RADARBANYUWANGI.ID - Horgos Port, salah satu pusat transportasi utama di Wilayah Otonomi Xinjiang Uygur, Tiongkok barat laut, mencatat pencapaian signifikan sepanjang tahun 2025.
Sejak awal tahun, pelabuhan kereta api ini telah menangani lebih dari 7.000 perjalanan kereta kargo China-Eropa (Asia Tengah), menurut data resmi China Railway Urumqi Group Co., Ltd.
Pelabuhan ini berperan vital dalam jalur perdagangan internasional.
Saat ini, Horgos Port menghubungkan 46 kota dan wilayah di 18 negara melalui 90 rute operasional.
Beragam jenis barang melintas di jalur ini, mulai dari suku cadang otomotif, produk elektronik, bahan bangunan, baja, hingga produk budaya, olahraga, dan kebutuhan sehari-hari.
Total ada lebih dari 200 kategori barang yang diproses setiap tahunnya.
Untuk meningkatkan efisiensi, pada Mei lalu Horgos Port menerapkan reformasi bea cukai yang memangkas waktu pemrosesan secara signifikan.
Barang impor kini hanya membutuhkan kurang dari 16 jam untuk melewati prosedur, turun drastis dari sebelumnya 2–3 hari.
Sementara itu, ekspor lokal dapat diproses dalam 1 jam, dari sebelumnya 6 jam.
Efisiensi ini tercapai berkat integrasi data real-time antara otoritas kepabeanan dan pihak kereta api, yang meningkatkan kecepatan clearance lebih dari 50 persen.
Terletak di perbatasan Tiongkok–Kazakhstan, Horgos Port bersama Alashankou Port (Alataw Pass) menjadi dua pintu gerbang utama perdagangan kereta di Xinjiang.
Menurut China State Railway Group, layanan kereta kargo China-Eropa telah mengangkut lebih dari 220.000 TEU mobil jadi pada 2024.
Hingga Juni, jaringan ini mencakup 128 kota di Tiongkok, terhubung ke 229 kota di 26 negara Eropa, serta lebih dari 100 kota di 11 negara Asia.
Dengan infrastruktur modern dan efisiensi tinggi, Horgos Port memperkuat peran Tiongkok sebagai penghubung strategis perdagangan lintas benua.
Editor : Lugas Rumpakaadi