Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penembakan Charlie Kirk: Trump Salahkan Radikal Kiri, Bukan Ajak Bersatu

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 13 September 2025 | 16:55 WIB
Trump menolak seruan persatuan pasca penembakan Charlie Kirk.
Trump menolak seruan persatuan pasca penembakan Charlie Kirk.

RADARBANYUWANGI.ID - Penembakan terhadap aktivis sayap kanan Charlie Kirk di kampus Utah Valley University mengguncang politik Amerika Serikat.

Dalam wawancara di acara Fox & Friends, Presiden Donald Trump menolak menyerukan persatuan nasional.

Sebaliknya, ia menuding pihak yang ia sebut sebagai “radikal kiri” sebagai sumber utama perpecahan.

Ketika ditanya bagaimana cara “menyatukan kembali” bangsa setelah tragedi ini, Trump menegaskan bahwa radikal kanan hanya bereaksi terhadap isu kejahatan.

Sementara itu, ia menyebut radikal kiri sebagai pihak yang “kejam, berbahaya, dan penuh kepentingan politik.”

Menurutnya, kelompok tersebut mendorong kebijakan kontroversial seperti keterbukaan perbatasan, dukungan penuh pada isu transgender, hingga keikutsertaan pria dalam olahraga perempuan.

Sikap Trump ini menandai perbedaan tajam dari tradisi presiden-presiden sebelumnya.

Abraham Lincoln, misalnya, dalam pidato pelantikannya yang kedua berupaya “mengikat luka bangsa” pasca perang saudara.

Begitu pula Joe Biden yang pada pidato pelantikan 2021 menyerukan persatuan setelah kerusuhan Capitol 6 Januari.

Namun, Trump memilih jalur retorika yang lebih konfrontatif.

Ia bahkan mengancam akan menggunakan investigasi hukum terhadap tokoh filantropis George Soros, yang dituduh mendanai agitasi politik.

Trump juga mengisyaratkan adanya upaya balas dendam terhadap organisasi yang menurutnya mendukung kekerasan politik.

Langkah ini memperlihatkan bahwa pada masa jabatan keduanya, Trump tidak berfokus pada pemulihan persatuan, melainkan memperkeras sikap terhadap lawan politik.

Dalam kondisi bangsa yang berduka, respons ini semakin memperdalam garis perpecahan yang sudah ada di Amerika Serikat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#donald trump #perpecahan politik AS #penembakan #charlie kirk #radikal kiri