Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kota Kuno yang Hilang: Sicheng, ‘Atlantis dari Timur’ yang Tenggelam di Dasar Danau

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Kamis, 21 Agustus 2025 | 19:30 WIB
Pemandangan bawah air Kota Sicheng, China, yang dijuluki “Atlantis dari Timur” setelah ditenggelamkan akibat pembangunan bendungan tahun 1959.
Pemandangan bawah air Kota Sicheng, China, yang dijuluki “Atlantis dari Timur” setelah ditenggelamkan akibat pembangunan bendungan tahun 1959.

RADARBANYUWANGI.ID – Bayangkan sebuah kota kuno dengan ribuan rumah, kuil, dan gerbang megah, tiba-tiba menghilang dari daratan.

Itulah yang terjadi pada Kota Sicheng, China, yang kini dijuluki “Atlantis dari Timur.” Kota bersejarah ini tenggelam di bawah permukaan air sejak lebih dari enam dekade lalu.

Sicheng, atau yang lebih dikenal sebagai Kota Singa (Lion City), terletak di Provinsi Zhejiang.

Kota ini dibangun lebih dari 1.300 tahun lalu pada masa Dinasti Tang, dan sempat menjadi pusat politik serta ekonomi yang berkembang pesat di wilayahnya.

Namun, nasib kota ini berubah drastis pada tahun 1959. Pemerintah China saat itu sedang gencar melakukan industrialisasi dan membangun Bendungan Sungai Xin’an untuk menghasilkan listrik tenaga air. Proyek besar ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Akibat pembangunan bendungan tersebut, kawasan Sicheng beserta desa-desa di sekitarnya harus dikorbankan.

Ketika bendungan selesai, air mulai mengisi cekungan dan membentuk Danau Qiandao (Danau Seribu Pulau).

Perlahan, Kota Sicheng pun tenggelam hingga berada di kedalaman 26–40 meter di bawah permukaan air.

Kota yang memiliki luas setara 62 lapangan sepak bola ini harus ditinggalkan oleh ribuan penduduknya.

Mereka direlokasi ke wilayah lain, sementara bangunan kuno bergaya Tiongkok klasik termasuk gerbang, kuil, dan ukiran batu—dibiarkan ditelan air.

Menariknya, meski sudah lebih dari 60 tahun berada di bawah air, banyak bagian Kota Sicheng yang masih terawat dengan baik.

Gerbang, tembok, hingga patung-patung batu tetap terlihat utuh, seolah menjadi kota hantu yang membeku dalam waktu.

Kini, Kota Sicheng menjadi destinasi menyelam yang sangat populer. Para penyelam menyebut pengalaman menjelajahinya seperti menelusuri kota mistis yang hilang, dengan suasana tenang sekaligus menegangkan di bawah permukaan air.

Banyak peneliti dan arkeolog pun tertarik untuk mengkaji Sicheng. Mereka menganggapnya sebagai salah satu warisan budaya unik yang memberikan gambaran nyata tentang kehidupan Tiongkok kuno.

Seiring waktu, kisah Kota Sicheng tidak hanya menjadi cerita lokal, tetapi juga dikenal dunia internasional.

Julukan “Atlantis dari Timur” pun semakin melekat pada kota ini, meski tenggelam bukan karena bencana alam, melainkan keputusan pembangunan.

Kisah Sicheng mengingatkan dunia bahwa kemajuan teknologi dan pembangunan kadang harus dibayar mahal dengan hilangnya sejarah. Kota ini kini berdiri sebagai monumen bisu dari sebuah masa lalu yang tertutup air.


Penulis: Devi Fathihatul Asliha | magang jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#fakta unik #china #atlantis