Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Desa Tanpa Matahari 3 Bulan Ini Bisa ‘Menciptakan’ Siang Hari dengan Cermin Raksasa

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Kamis, 21 Agustus 2025 | 17:00 WIB

 

Cermin raksasa di Viganella, Italia, memantulkan sinar matahari ke desa yang biasanya gelap selama musim dingin.
Cermin raksasa di Viganella, Italia, memantulkan sinar matahari ke desa yang biasanya gelap selama musim dingin.

RADARBANYUWANGI.ID – Pernahkah kamu membayangkan hidup tanpa sinar matahari selama berbulan-bulan? Hal itulah yang dialami penduduk Desa Viganella, Italia.

Desa kecil di lembah Pegunungan Alpen ini setiap tahunnya harus rela hidup dalam kegelapan hampir tiga bulan saat musim dingin tiba.

Fenomena ini terjadi karena posisi Viganella berada di dasar lembah yang dikelilingi pegunungan tinggi.

Pada bulan November hingga Februari, cahaya matahari tidak bisa menjangkau desa tersebut, sehingga warga hanya mengandalkan penerangan lampu.

Namun, pada 2006 lalu, sebuah ide brilian mengubah sejarah desa itu. Seorang arsitek bernama Giacomo Bonzani bersama walikota Pierfranco Midali merancang proyek besar: memasang cermin raksasa di atas gunung untuk memantulkan cahaya matahari ke desa.

Cermin dengan lebar 8 meter dan tinggi 5 meter itu dikendalikan komputer sehingga bisa bergerak mengikuti posisi matahari.

Dengan cara ini, sinar matahari yang sebelumnya terhalang pegunungan berhasil dipantulkan langsung ke pusat desa.

Bagi warga Viganella, kehadiran cermin raksasa tersebut bukan hanya soal penerangan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup.

Mereka bisa kembali merasakan hangatnya cahaya matahari, meskipun musim dingin membuat desa tetap dingin.

Keberadaan sinar matahari buatan itu pun memberikan dampak psikologis yang positif. Warga merasa lebih bersemangat dan tidak mudah depresi akibat berbulan-bulan hidup dalam kegelapan.

Proyek unik ini kemudian mendapat perhatian dunia. Banyak media internasional menjuluki Viganella sebagai “desa yang bisa menciptakan matahari sendiri.”

Bahkan, beberapa daerah lain yang mengalami fenomena serupa mencoba meniru konsep ini.

Meski terlihat sederhana, proyek ini menghabiskan biaya sekitar 100 ribu euro. Namun, bagi warga Viganella, harga tersebut sepadan dengan manfaat yang mereka rasakan setiap musim dingin.

Kini, Viganella bukan lagi desa yang hanya dikenal karena kegelapannya. Desa kecil ini berhasil menorehkan sejarah sebagai contoh inovasi sederhana namun berdampak besar bagi kehidupan manusia.


Penulis: Devi Fathihatul Asliha | magang jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#fakta unik #italia