RADARBANYUWANGI.ID – Bulan Agustus rupanya bukan hanya milik merah putih.
Di kalender sejarah Asia, bulan ini adalah “musim panen kemerdekaan” bagi sembilan negara.
Dimulai dari Indonesia, 17 Agustus 1945, saat Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan usai tiga abad dijajah Portugis, Belanda, dan Jepang.
Lalu Singapura, 9 Agustus 1965, yang memilih pisah dari Malaysia dan kini jadi raksasa ekonomi dunia.
Pakistan (14 Agustus) lahir dari pemisahan dengan India, disusul Bahrain (15 Agustus) yang merdeka damai dari Inggris.
India sendiri (15 Agustus) memproklamasikan kemerdekaan lewat perjuangan tanpa kekerasan ala Gandhi.
Di hari yang sama, Korea Utara dan Korea Selatan kompak merayakan “Gwangbokjeol”, bebas dari Jepang meski akhirnya terpisah dua ideologi.
Afghanistan (19 Agustus) unik, karena kemerdekaannya di 1919 terjadi meski Inggris tak pernah sepenuhnya menjajah.
Menjelang akhir bulan, 31 Agustus, bendera baru berkibar di Kyrgyzstan usai bubarnya Uni Soviet, dan di Malaysia yang merdeka dari Inggris lewat jalan damai.
Sembilan negara, sembilan kisah, satu benang merah: kemerdekaan tak sekadar tanggal di kalender, tapi simbol harga diri bangsa. (*)
Editor : Ali Sodiqin