RADARBANYUWANGI.ID - Kepolisian Korea Selatan tengah menyelidiki pemilik agensi terkenal, HYBE Entertainment, yakni Bang Si Hyuk.
Karena dugaan keterlibatannya dalam skema manipulasi pasar yang diduga menghasilkan keuntungan gelap lebih dari 100 miliar KRW (sekitar 1.770 triliun IDR)
Penyelidikan ini kini berada pada tahap akhir, setelah pihak berwenang mengajukan permintaan surat perintah penggeledahan dan penyitaan terhadap kantor pusat HYBE di Yongsan, Seoul, serta terhadap Bang Si Hyuk sendiri.
Divisi Investigasi Kejahatan Keuangan dari Badan Kepolisian Metropolitan Seoul dilaporkan telah menganalisis aliran dana serta dokumen penting yang diperoleh dari Layanan Pengawasan Keuangan dan Bursa Efek Korea.
Berdasarkan hasil analisis, Bang Si Hyuk diduga telah memberikan informasi palsu kepada para investor, termasuk perusahaan modal ventura, pada tahun 2019 menjelang proses IPO HYBE.
Ia disebut-sebut menyatakan bahwa pencatatan saham HYBE akan ditunda, mendorong investor untuk menjual saham mereka.
Namun, secara diam-diam, HYBE tetap melanjutkan proses pencatatan. Saham tersebut kemudian dialihkan ke sebuah perusahaan bertujuan khusus (SPC) yang dibentuk oleh dana ekuitas swasta yang didanai oleh eksekutif internal HYBE.
Setelah perusahaan go public, saham-saham itu dijual kembali dengan nilai tinggi, diduga memberikan keuntungan pribadi bagi Bang Si Hyuk.
Kasus ini juga menarik perhatian Komisi Sekuritas dan Berjangka (SFC) di bawah Komisi Jasa Keuangan.
Pada Rabu (16/7) lalu, SFC secara resmi menyerahkan kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Pasar Modal terkait praktik perdagangan tidak adil kepada penuntut umum.
Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul telah mengonfirmasi bahwa kasus tersebut kini berada dalam kewenangan Kepolisian Peradilan Khusus Pasar Modal di bawah Layanan Pengawasan Keuangan.
Sementara itu, para investor dari dana swasta yang terlibat telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Menanggapi perkembangan tersebut, pihak Kepolisian Metropolitan Seoul menyatakan bahwa mereka akan terus memastikan kelancaran proses penyelidikan terhadap HYBE.
Jika tuduhan ini terbukti, ini bisa menjadi skandal besar yang mencoreng citra HYBE sebagai salah satu perusahaan hiburan terkemuka di Korea Selatan dan dunia. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin