Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sesumbar Israel Gak Bakal Kalah Perang Meski Dikeroyok, Tapi Pasti Hancur di Tahun yang Dijanjikan Nubuat

Agung Sedana • Rabu, 9 Juli 2025 | 01:04 WIB
Nubuat kaum bani Israil dalam kitab dan keyakinan Israel yang berani perang dengan siapapun.
Nubuat kaum bani Israil dalam kitab dan keyakinan Israel yang berani perang dengan siapapun.

RADARBANYUWANGI.ID – Dalam salah satu ceramah terbarunya, Ustadz Adi Hidayat (UAH) membeberkan tafsir tentang fase perjalanan konflik Palestina-Israel yang disebutnya sudah berjalan mendekati final nubuat Al-Qur’an. 

Menurutnya, perhitungan ini bukan sekadar asumsi, tetapi berpijak pada peristiwa nyata yang sudah berlangsung beberapa dekade terakhir.

UAH menekankan, tiga fase besar yang tercatat dalam Surat Al-Isra ayat 4 telah berjalan. Dua fase disebut sudah tuntas, dan kini fase ketiga tengah berlangsung menuju titik balik penting bagi Masjidil Aqsa.

Fase Pertama: Intifada 1987

“Kalau dihitung, fase pertama itu dimulai sekitar tahun 1987. Itulah awal perlawanan rakyat Palestina yang kemudian dikenal sebagai Intifada,” kata Ustadz Adi di hadapan jamaahnya.

Intifada pertama meletus saat rakyat Palestina bangkit melawan pendudukan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat. 

Gelombang ini memicu perlawanan generasi baru, meskipun harus dibayar mahal dengan jatuhnya ribuan korban.

Fase Kedua: Menuju Puncak 2027–2028

UAH memaparkan bahwa fase kedua ditandai dengan konsolidasi perlawanan dan pergeseran opini dunia. 

Menurutnya, hitungan sederhana 40 tahunan sejak 1987 ditambah 40 akan sampai pada 2027.

“Nanti ada fase kedua setelah ini terjadi. Selesai fase kedua, masuklah ke wilayah Masjidil Aqsa. Kembali lagi milik kita itu,” ujarnya.

Dalam ceramah itu, UAH juga menyebut prediksi Syekh Ahmad Yasin tokoh besar Hamas yang pernah memperkirakan bahwa puncak kebangkitan Masjidil Aqsa akan terjadi pada 2027 hingga 2028.

Fase Ketiga: Puncak Besar 2037–2040

Tidak berhenti di 2027, UAH melanjutkan hitungannya. Setelah puncak fase kedua, akan ada fase ketiga yang lebih dahsyat. 

Periode ini dihubungkan dengan janji Allah yang disebut waliutabiru ma tatbira fase penghancuran total atas rezim penindas.

“Hitungan saya, tambah 20 tahun. Karena fasenya sampai 100 tahun. 40 + 40 + 20, jadi 100. Maka 2037, silahkan cek," ujarnya.

UAH mengaitkan momen 2037–2040 dengan momentum global. Berbagai negara besar sekarang punya visi 2030 sebagai pembuka babak baru. 

"Kita sendiri punya mimpi “Indonesia Emas 2045, sementara Arab Saudi, Cina, hingga Afrika Selatan mematok target 2030 untuk memperkuat posisinya di tatanan dunia baru," katanya.

UAH juga menyoroti kesamaan pola. Menurutnya, gerbang menuju era perubahan besar itu mulai dibuka menjelang 2030, dan akan memuncak pada 2040-an.

Di atas 2040 itulah umat Islam diharapkan memetik hasilnya, kebangkitan generasi emas.

“Makanya Indonesia masuk generasi 2045 itu sudah dihitung. Pembukanya 2030. Makanya sekarang semua punya visi 2030. Saudi, Rusia, Cina, Brazil, semua bikin kerangka. Yang paling dahsyat, isyaratnya sudah ada di Al-Qur’an. Bukan ilmu otak-atik. Ini sejarah yang berjalan,” kata UAH.

Menurut UAH, landasan ini berpijak pada potongan QS Al-Isra: 4–7. Allah berfirman:

"Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Jika datang janji (hukuman) yang pertama di antara keduanya, Kami datangkan kepada kalian hamba-hamba Kami yang memiliki kekuatan hebat … Jika datang janji yang kedua, maka (Kami datangkan kembali hukuman) agar mereka menyuramkan wajah-wajah kalian, dan agar mereka memasuki masjid sebagaimana mereka memasukinya pada pertama kali, dan agar mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai dengan kebinasaan total.” (QS Al-Isra: 4–7)

UAH menekankan bahwa ayat ini relevan untuk memahami bagaimana siklus sejarah Bani Israil selalu kembali pada pola kesombongan, membangun kekuatan, lalu dihancurkan ketika waktu yang dijanjikan tiba.

“Hitungan ini bukan untuk gaya-gayaan. Tapi biar kita sadar, kalau tidak mulai perbaiki diri dari sekarang, kita cuma jadi penonton sejarah,” pungkasnya.

Editor : Agung Sedana
#Israel #perang #Nubuat #palestina #bani israil