Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Usai Iran, Giliran Yaman Serang Israel! Zionis Makin Pusing Gegara Tuntutan Ganti Rugi Warganya

Agung Sedana • Minggu, 29 Juni 2025 | 20:42 WIB
Yaman menyerang Israel.
Yaman menyerang Israel.

RADARBANYUWANGI.ID – Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok pemberontak Houthi di Yaman meluncurkan rudal balistik ke wilayah Israel, Sabtu (28/6) waktu setempat.

Serangan ini dikonfirmasi langsung juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, yang menyatakan pihaknya menargetkan kawasan Beersheba di Israel selatan.

Tentara Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi peluncuran rudal tersebut dan mengklaim berhasil menggagalkan upaya serangan melalui sistem intersepsi canggih.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat jatuhnya pecahan rudal.

Serangan ini menambah daftar panjang keterlibatan Houthi dalam eskalasi konflik antara Israel dan Iran.

Sejak awal Juni, kelompok yang berbasis di Sanaa tersebut telah beberapa kali menembakkan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel.

Bahkan pada pertengahan Juni lalu, serangan serupa diklaim terkoordinasi langsung dengan operasi militer Iran yang menargetkan Tel Aviv, Bat Yam, Rehovot, dan Hebron.

Houthi dikenal sebagai salah satu faksi proksi Iran yang secara terbuka mengaku mendukung perjuangan Hamas di Gaza.

Sejak pecahnya konflik Gaza tahun lalu, Houthi tercatat menembakkan lebih dari 50 rudal dan puluhan drone ke arah Israel.

Serangan ini kerap memicu sirene peringatan di beberapa kota dan sempat mendekati wilayah bandara sipil di Tel Aviv.

Menanggapi serangan berulang ini, Israel juga melakukan serangan balasan.

IDF dua kali dilaporkan menggempur pelabuhan Hodeida, Yaman, sebagai pangkalan logistik yang diduga digunakan untuk meluncurkan rudal balistik ke wilayah Israel.

Aksi saling serang ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah, mengingat Yaman, Iran, Hezbollah di Lebanon, dan kelompok milisi di Irak sering disebut sebagai satu poros ‘Axis of Resistance’ yang berpotensi mengguncang stabilitas kawasan.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda penurunan tensi di lapangan. Pemerintah Israel tetap berjanji akan meningkatkan sistem pertahanan udara dan menindak tegas segala serangan lintas batas.

Sementara itu, PBB dan sejumlah negara Teluk kembali menyerukan deeskalasi agar perang tidak makin merembet ke wilayah lain.

Israel Pusing atas Tuntutan Ganti Rugi warganya

Diberitakan sebelumnya, dampak perang Israel melawan Iran telah menyebabkan kerusakan parah. Warganya kini menuntut pemerintah Israel untuk memberikan ganti rugi.

Sejumlah analis menilai lonjakan klaim kompensasi ini hanya akan menjadi babak awal dari tekanan ekonomi yang lebih besar bagi Israel, mengingat skala serangan rudal Iran kali ini jauh melampaui konflik-konflik sebelumnya.

Selain beban anggaran untuk pemulihan infrastruktur, pemerintah juga harus menyiapkan dukungan rehabilitasi bagi warga yang mengalami trauma, termasuk program konseling massal dan relokasi sementara bagi penduduk di zona merah.

Di sisi lain, sektor swasta juga mulai menuntut kepastian insentif dan keringanan pajak. Banyak pelaku usaha di Tel Aviv dan Ashkelon melaporkan kerugian besar akibat aktivitas ekonomi lumpuh total selama serangan.

Hingga kini, parlemen Israel masih berdebat soal sumber pendanaan kompensasi, apakah akan sepenuhnya ditopang Dana Kompensasi Nasional atau melalui skema pinjaman luar negeri.

Sementara tekanan publik terus memuncak, para pengamat memperingatkan bahwa tanpa penanganan cepat dan transparan, gelombang protes bisa meluas.

Bahkan berpotensi menambah tekanan politik di dalam negeri yang saat ini sudah terbelah oleh eskalasi perang.

Pemerintah Israel pun didorong untuk segera menyiapkan kebijakan terintegrasi, mulai dari pendataan ulang kerusakan, percepatan klaim, hingga penyaluran dana tanggap darurat agar krisis sosial tidak berkembang menjadi krisis kepercayaan.

 

Editor : Agung Sedana
#Israel #yaman #perang #gaza