RADARBANYUWANGI.ID – Rombongan jamaah haji asal Banyuwangi yang tergabung dalam Kloter 44 terpaksa menunda kepulangannya ke tanah air setelah jadwal penerbangan dibatalkan akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran dan Israel.
Seharusnya mereka tiba di Indonesia pada Rabu (25/6), namun rencana tersebut kini tertunda tanpa kepastian waktu keberangkatan.
Untuk sementara, para jamaah diinapkan di Ambassador Palace Hotel di Jeddah, hotel transit yang dikenal memiliki fasilitas setara hotel bintang lima.
Meski fasilitas hotel membuat para jamaah merasa lebih nyaman, kekecewaan tetap dirasakan karena penundaan ini berdampak langsung pada rencana kepulangan mereka.
“Saya sudah pesan katering untuk acara syukuran di rumah, tapi karena kejadian ini harus ditunda,” ujar Suyitno, salah satu jamaah Kloter 44, dengan nada kecewa.
Hal serupa juga disampaikan oleh Mohammad Yusuf. Ia mengaku telah menyiapkan penyembelihan kambing untuk menyambut kepulangannya pada hari ini (24/6), namun semuanya harus diundur.
“Mudah-mudahan situasinya cepat selesai dan kami bisa segera pulang,” harapnya.
Situasi emosional mewarnai pemberitahuan penundaan ini. Beberapa jamaah tampak saling berpelukan dan menangis saat petugas mengumumkan kabar penjadwalan ulang penerbangan mereka.
Rasa rindu akan keluarga dan kampung halaman semakin memuncak setelah berminggu-minggu melaksanakan ibadah di Tanah Suci.
“Kami berkomitmen menjaga kondisi fisik dan mental jamaah selama masa tunggu. Semua kebutuhan mulai dari makan, minum, hingga layanan kesehatan tetap kami penuhi,” ujar Ketua Kloter 44 Abdul Wahid. (sidrotul muntoha)
Editor : Ali Sodiqin