RADARBANYUWANGI.ID - Tak jadi pulang, malah dapat hotel setara bintang lima.
Itulah kejutan yang dialami ratusan jamaah haji asal Banyuwangi dari Kloter 43 dan 44 yang terpaksa kembali menginap di Jeddah, Arab Saudi.
Gara-gara jadwal kepulangan dibatalkan mendadak, mereka harus menunggu dua hari lagi—dan kali ini, menunggunya di hotel elite.
Pasangan suami istri, Mohammad Nadim dan Marwati, sempat kebingungan saat tiba di Ambassador Palace Hotel, salah satu hotel transit termewah yang disiapkan pihak penyelenggara.
“Kamarnya besar sekali. Kasurnya empuk, ada kompor, ada kursi tamu. Saya malah bingung cara pakainya,” ujar Nadim, sambil tersenyum saat ditemui Jawa Pos Radar Banyuwangi di lobi hotel, Senin (24/6).
Ia dan istrinya bahkan sempat duduk cukup lama di depan kamar karena tak yakin kamar semewah itu memang diperuntukkan untuk mereka. “Saya pikir salah masuk hotel,” celetuk Marwati.
Hotel dengan fasilitas lengkap, mulai dari televisi layar lebar, kamar mandi mewah, dapur kecil, hingga layanan kamar 24 jam ini seolah menjadi hiburan tak terduga di tengah ketidakpastian kepulangan mereka.
Meski menikmati kenyamanan tersebut, para jamaah tetap berharap segera bisa kembali ke Tanah Air.
Mereka dijadwalkan pulang pada Senin (24/6) pukul 03.50 dan 05.10 WAS menggunakan pesawat Saudia SV5302 dan SV5440.
Namun, kedua penerbangan itu dibatalkan dan diganti jadwal baru pada Rabu (26/6) dengan nomor penerbangan SV9302 dan SV9440.
Yang menjadi sorotan, tidak ada penjelasan rinci dalam surat resmi dari Saudia Airlines bernomor 035/H)CC/SV/2025 selain kalimat standar: “karena alasan keselamatan operasional yang tidak dapat ditunda.”
Padahal, sebelumnya dua pesawat Saudia yang membawa jemaah dari Jakarta dan Jember terpaksa mendarat darurat di Kualanamu akibat ancaman bom.
Kini, banyak yang berspekulasi hal serupa juga terjadi pada pesawat kloter Banyuwangi.
Situasi diperparah oleh eskalasi konflik Timur Tengah. Iran baru saja menggempur pangkalan militer AS di Qatar, yang bisa saja berdampak pada jalur penerbangan di kawasan tersebut.
“Kami curiga, jangan-jangan ini semua karena dampak perang. Kalau Kloter 43 dan 44 ditunda karena alasan itu, seharusnya Kloter 45 dan 46 juga tertunda. Jangan ada diskriminasi kloter,” keluh seorang jamaah yang enggan disebutkan namanya.
H Sukadiyanto, jemaah Kloter 43 asal Banyuwangi, mengaku sudah siap pulang.
“Koper sudah diangkut, hati sudah rindu tanah air. Tapi subuh tadi mendadak dibatalkan,” ujarnya pasrah.
Pengurus KBIH Sabilillah Banyuwangi, HM Sidrotul Muntoha membenarkan adanya penundaan tersebut.
“Kami mohon doa dari masyarakat Banyuwangi. Semoga semua jamaah tetap sehat dan bisa pulang dengan selamat,” katanya.
Kini, ratusan jamaah hanya bisa menunggu kepastian berikutnya.
Sambil menikmati kamar hotel yang mewah, mereka tetap memendam kerinduan untuk segera menginjakkan kaki kembali di bumi Blambangan. (sidrotul muntoha/*)
Editor : Ali Sodiqin