Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Amerika Bantu Israel Keroyok Iran, Potensi Perang Dunia III Semakin Menguat

Agung Sedana • Senin, 23 Juni 2025 | 00:33 WIB
Amerika Serikat akhirnya ikut campur dalam konflik Iran, Trump memihak kubu Israel.
Amerika Serikat akhirnya ikut campur dalam konflik Iran, Trump memihak kubu Israel.

RADARBANYUWANGI.ID – Krisis Timur Tengah kembali memanas. Amerika Serikat secara resmi melancarkan serangan udara terhadap tiga situs nuklir utama milik Iran pada Jumat malam waktu setempat (21 Juni 2025). 

Serangan ini menandai keterlibatan langsung pertama Washington dalam konflik bersenjata antara Israel dan Iran, yang dalam beberapa pekan terakhir terus meningkat tajam.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi operasi militer tersebut dan menyebut hasilnya sebagai “keberhasilan spektakuler”. Tiga lokasi yang diserang yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Tiga lokasi tersebut diketahui merupakan pusat dari program nuklir Iran yang selama ini menuai kekhawatiran internasional.

“Sekarang Iran harus memilih, perdamaian atau tragedi," kata Trump dalam pernyataan resminya dari Gedung Putih.

Gedung Putih juga merilis citra satelit pasca-serangan yang memperlihatkan kerusakan besar pada fasilitas bawah tanah di Natanz dan Fordow. 

Sementara itu, pasukan udara AS menggunakan rudal presisi tinggi dan pesawat siluman B-2 yang sebelumnya telah ditempatkan di kawasan Asia-Pasifik.

Menanggapi serangan itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut tindakan AS sebagai “pengkhianatan terhadap diplomasi” dan memperingatkan bahwa dampaknya bisa “abadi dan sangat berbahaya”.

"Ini sudah keterlaluan dan kami akan merespon (membalas)," ujarnya. 

Pemerintah Iran juga mengumumkan bahwa seluruh jalur negosiasi dengan AS maupun Eropa resmi dihentikan. 

Tehran kini berada dalam kondisi siaga penuh dan menyatakan “hak untuk melakukan pembalasan dengan kekuatan penuh sesuai hukum internasional”.

Serangan ini menuai reaksi keras dari komunitas internasional. Rusia, China, Turki, dan Uni Eropa menyerukan de-eskalasi dan mendesak semua pihak untuk menahan diri. 

Sementara itu, Inggris telah mengevakuasi sebagian staf diplomatiknya dari Teheran, dan Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat untuk membahas situasi tersebut.

Analis geopolitik memperingatkan bahwa keterlibatan militer AS dapat memperluas konflik menjadi perang kawasan. 

Selain ancaman serangan balasan dari Iran, stabilitas jalur pelayaran global di Selat Hormuz juga terancam.

Pengamat pertahanan dari CSIS menyebut bahwa serangan ke fasilitas nuklir ini bisa memundurkan program Iran hingga 2–3 tahun. 

Namun, serangan ke situs Fordow yang berada jauh di bawah tanah menimbulkan risiko besar jika tidak sepenuhnya berhasil dihancurkan. 

Iran bisa jadi akan memilih respons asimetris, termasuk serangan ke pangkalan AS di Timur Tengah, atau mengaktifkan kelompok proksinya di Lebanon, Suriah, dan Irak.

Secara ekonomi, harga minyak dunia langsung melonjak lebih dari 6 persen pasca-serangan, dan indeks saham global bergejolak. Investor beralih ke aset aman seperti emas dan dolar.

Editor : Agung Sedana
#Israel #iran #as #perang