RADARBANYUWANGI.ID – Iran kembali menunjukkan tajinya di medan tempur.
Dalam konflik bersenjata terbaru dengan Israel, Negeri Para Mullah itu meluncurkan rudal balistik terbaru andalannya: Sijjil.
Rudal berdaya hancur tinggi ini diluncurkan langsung ke wilayah Israel sebagai respons atas provokasi Negeri Zionis terhadap Iran sebelumnya.
Berbeda dengan pendahulunya, Shahab 3 yang berbahan bakar cair, Sijjil sudah mengadopsi teknologi bahan bakar padat, yang memungkinkan waktu reaksi lebih cepat serta mobilitas tinggi.
Artinya, rudal ini dapat diluncurkan tanpa harus mengisi bahan bakar terlebih dahulu dan bisa ditembakkan dari berbagai lokasi tersembunyi.
“Dengan kemampuan seperti ini, Sijjil sulit dilacak dan lebih sulit lagi dicegat,” tulis laporan Pentagon dalam salah satu analisis terbuka, menyebut Sijjil memiliki karakteristik mirip rudal Ghadr-110 dan Ashura.
Spesifikasi yang Mengguncang
Sijjil merupakan rudal balistik jarak menengah dua tahap. Panjangnya sekitar 18 meter dengan bobot saat peluncuran mencapai 23,6 ton.
Muatan hulu ledaknya mencapai 700 hingga 1.000 kilogram, tergantung pada variannya.
Rudal ini mampu menjangkau wilayah sejauh 2.000 hingga 2.900 kilometer, bahkan melesat dengan kecepatan Mach 12 hingga 13 saat memasuki kembali atmosfer—setara dengan 14.000–15.000 km/jam.
Nama Sarat Simbol dan Makna Religius
Nama “Sijjil” bukan sekadar kode militer. Dalam tradisi Islam dan bahasa Arab, kata ini sarat makna.
Dalam Al-Qur’an, "sijjil" disebut sebagai batu dari neraka yang digunakan Allah untuk menghancurkan pasukan gajah dan tentara Abrahah di masa kelahiran Nabi Muhammad.
Maknanya meluas ke simbol hukuman, kehancuran, dan catatan amal orang berdosa.
Dari sisi etimologi, “sijjil” berasal dari kata kerja sajana yang berarti menahan atau memenjarakan.
Di dalam surah Al-Muthaffifin (QS 83:7-9), sijjin (kata serumpun dari sijjil) merujuk pada kitab amal orang-orang fujjar (durhaka) yang disimpan di tempat paling rendah.
Sebaliknya, orang-orang baik amalnya dicatat dalam ‘Illiyyin, kitab di tempat paling tinggi dan mulia, yang disaksikan langsung oleh para malaikat yang didekatkan kepada Allah.
Senjata & Simbol Perlawanan
Tak heran bila Iran memilih nama ini untuk senjata strategisnya. Bukan sekadar peluru kendali, Sijjil menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan penjajahan.
Di mata rezim Teheran, Sijjil bukan hanya mesin perang, tapi juga bentuk pembalasan atas penindasan, lengkap dengan nuansa teologis dan historis yang mendalam.
Peluncuran Sijjil kali ini menandai tonggak penting dalam modernisasi militer Iran.
Sejak uji coba pertamanya pada 2008 dan varian lanjutannya di tahun 2009, rudal ini terus disempurnakan.
Dengan kecepatan peluncuran tinggi, jangkauan luas, serta kemampuan menghindari deteksi dini, Sijjil kini disebut-sebut sebagai rudal balistik tercanggih yang dimiliki Iran sejauh ini. (*)
Editor : Ali Sodiqin