RADARBANYUWANGI.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuai kecaman publik usai menyebut penundaan pernikahan anaknya sebagai “pengorbanan pribadi” akibat konflik bersenjata dengan Iran.
Secara tidak langsung, publik menilai Netanyahu mencoba mengklaim sebagai pahlawan karena telah berkorban demi rakyat Israel.
Pernyataan itu ia lontarkan dalam pidato di depan Soroka Medical Center di Be’er Sheva pada Kamis (19/6), yang justru memicu cemoohan dari warga.
“Putra saya seharusnya menikah pekan ini, tapi pernikahannya harus ditunda lagi karena situasi keamanan. Kami juga membayar harga pribadi,” kata Netanyahu dalam pernyataannya yang disiarkan secara luas.
Alih-alih mendapatkan simpati, banyak warga menilai komentar Netanyahu tidak pantas di tengah krisis kemanusiaan yang melanda negaranya.
Ribuan keluarga Israel saat ini masih menunggu kepastian nasib anak dan kerabat mereka yang tidak diketahui .
Apakah hilang, ditawan, atau tewas akibat serangan rudal Iran yang meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir.
Di lokasi pidato, sebagian warga yang hadir terdengar mencemooh dan menyoraki Netanyahu.
Beberapa dari mereka bahkan meneriakkan nama-nama sandera yang belum dibebaskan.
Cemooh ini menunjukkan ketidakterimaan mereka atas perbandingan yang dianggap tidak sebanding.
Kritik juga mengalir deras di media sosial. Seorang pengguna menulis, “Anak saya tidak akan menikah karena dia tidak pulang dari garis depan. Ini bukan waktunya bicara soal pesta yang tertunda.”
Netanyahu sendiri belum memberikan klarifikasi tambahan soal pernyataannya tersebut.
Namun, tekanan terhadapnya kian besar, mengingat keputusannya memimpin serangan balasan terhadap Iran juga telah memicu perdebatan di dalam negeri dan internasional.
Editor : Agung Sedana