Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perang Israel vs Iran dan Nubuat Islam tentang Akhir Zaman, Dua Kerusakan Terbesar Bani Israil

Agung Sedana • Kamis, 19 Juni 2025 | 18:15 WIB
Photo
Photo

RADARBANYUWANGI.ID - Perang terbuka antara Israel dan Iran kini tak lagi sekadar isu panas diplomatik. Serangan rudal dan drone lintas negara telah terjadi. Pangkalan militer, fasilitas nuklir, bahkan ibu kota diserang.

Dunia menyebut ini sebagai potensi awal dari perang regional terbesar di Timur Tengah, namun sebagian umat Islam justru mengingat nubuat dari Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad yang berbicara tentang konflik akhir zaman.

Ketegangan antara Israel dan Iran sudah berlangsung sejak Revolusi Islam Iran 1979. Iran menolak keberadaan negara Israel dan menyebutnya sebagai “rezim Zionis yang harus dihapus.”

Sementara Israel memandang Iran sebagai ancaman eksistensial, terutama karena program nuklirnya dan jaringan proksi yang tersebar di Lebanon (Hizbullah), Gaza (Hamas), Suriah, dan Yaman.

Namun eskalasi konflik pada 2025, yang ditandai dengan serangan langsung Iran ke wilayah Israel dan pembalasan besar-besaran Israel ke fasilitas nuklir Iran, mengubah semuanya.

Ini bukan lagi perang bayangan, tapi konfrontasi terbuka dua kekuatan besar di Timur Tengah.

Nubuat Islam: Dua Kerusakan Bani Israil

Umat Muslim yang mengikuti perkembangan ini teringat pada Surah Al-Isra ayat 4–7, yang menyebut bahwa Bani Israil akan membuat dua kali kerusakan besar di muka bumi.

“Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS. Al-Isra: 4)

Menurut Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Thabari, kerusakan pertama merujuk pada pembangkangan mereka di masa lalu: menolak para nabi, menyembah patung, membunuh Nabi Zakariya dan Yahya. Sementara kerusakan kedua?

Sebagian ulama dan penafsir kontemporer menafsirkan ayat ini sebagai nubuat tentang kebangkitan dan kejatuhan kekuatan Zionis.

Hadis sahih juga menyebut bahwa akan datang masa ketika umat Islam akan berperang dengan orang-orang Yahudi:

“Tidak akan terjadi kiamat sampai kaum Muslimin memerangi orang-orang Yahudi. Maka batu dan pohon akan berkata: Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia, kecuali pohon gharqad…” (HR. Muslim No. 2922)

Hadis tersebut dipahami sebagai gambaran bahwa pada akhirnya akan terjadi pertarungan besar antara kebenaran dan kebatilan, dengan kaum Yahudi berada di pihak kebatilan.

Dalam hadis lain, disebutkan bahwa Dajjal akan diikuti oleh 70.000 orang Yahudi dari Isfahan, Iran.

Hal ini membuat banyak ulama dan penafsir akhir zaman menyoroti Isfahan sebagai kota yang krusial secara eskatologis.

Namun menariknya, justru Iran-lah hari ini yang menyerang Israel secara langsung secara bertubi-tubi, bukan sebaliknya.  

Islam tidak mengajarkan spekulasi akhir zaman secara pasti. Nabi Muhammad hanya memberikan tanda-tanda, bukan penanggalan.

“Mereka bertanya kepadamu tentang kiamat: ‘Kapan terjadinya?’ Katakanlah: Sesungguhnya ilmu tentang itu hanya di sisi Tuhanku…”(QS. Al-A’raf: 187)

Editor : Agung Sedana
#Israel #iran #perang #Akhir Zaman