Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perang Iran-Israel Memanas: Mossad Disebut Berhasil Menyusup, Operasi Rising Lion Guncang Teheran!

Agung Sedana • Minggu, 15 Juni 2025 | 18:25 WIB
Kerusakan di permukiman sipil di Ramat Gan dekat Tel Aviv, Israel usai serangan balasan Iran.
Kerusakan di permukiman sipil di Ramat Gan dekat Tel Aviv, Israel usai serangan balasan Iran.

RADARBANYUWANGI.ID – Ketegangan antara Iran dan Israel semakin memanas setelah laporan dari berbagai media internasional mengungkap bahwa badan intelijen Israel, Mossad, diduga berhasil menyusup ke dalam wilayah Iran melalui operasi besar-besaran yang diberi nama "Rising Lion".

Operasi ini bukan hanya melibatkan mata-mata, tapi juga persenjataan drone dan koordinasi serangan udara yang menghancurkan sejumlah target strategis di Iran.

Dalam laporan eksklusif yang diungkap The Guardian dan Times of India, Mossad diduga telah menempatkan agen lapangan di wilayah Teheran.

Mereka bahkan berhasil mendirikan pangkalan drone tersembunyi sebagai bagian dari operasi infiltrasi, yang bertujuan melumpuhkan sistem pertahanan udara Iran sebelum serangan udara Israel dimulai.

Sebuah rekaman video yang diklaim berasal dari Mossad memperlihatkan dua agen sedang memasang perangkat penyerang presisi.

Perangkat tersebut digunakan untuk melumpuhkan radar dan sistem rudal darat-ke-udara Iran, yang selama ini menjadi garis pertahanan utama terhadap serangan udara asing.

Beberapa jam setelah video itu diduga diambil, Israel mengerahkan sekitar 200 pesawat tempur dan meluncurkan serangan terhadap lebih dari 100 target penting di dalam Iran.

Salah satu sasaran utama dalam serangan itu adalah fasilitas nuklir Iran di Natanz. Selain itu, sejumlah markas besar Garda Revolusi Iran (IRGC) dan pusat pengembangan rudal juga menjadi target.

Dalam laporan lanjutan, dikabarkan bahwa beberapa tokoh penting Iran tewas dalam serangan tersebut, termasuk Komandan Garda Revolusi Hossein Salami dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mohammad Bagheri. Sejumlah ilmuwan nuklir senior Iran juga dilaporkan menjadi korban.

Pemerintah Iran disebut langsung membalas serangan itu dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel.

Namun, mayoritas dari proyektil tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Israel yang didukung oleh Amerika Serikat. Meskipun demikian, aksi balasan itu menunjukkan bahwa Iran masih memiliki kapasitas serangan yang signifikan.

Analis militer menilai bahwa keberhasilan Mossad menempatkan agen dan drone di dalam wilayah Iran menunjukkan kelemahan serius dalam sistem keamanan dan intelijen Iran.

Penyusupan tersebut tidak hanya memungkinkan serangan presisi, tapi juga menjadi tamparan bagi Teheran yang selama ini menyatakan siap menghadapi agresi dari luar.

Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi yang membantah atau mengonfirmasi laporan infiltrasi tersebut. Namun, sejumlah petinggi militer Iran dikabarkan telah menggelar rapat darurat untuk mengevaluasi ulang sistem keamanan internal mereka.

Operasi "Rising Lion" juga memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Banyak pihak khawatir bahwa situasi ini bisa memicu konfrontasi terbuka, apalagi di tengah ketegangan geopolitik global yang belum mereda.

Israel sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi, tetapi melalui sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya, mereka menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil adalah bagian dari upaya mempertahankan keamanan nasional dan mencegah ancaman eksistensial dari Iran.

Dengan adanya laporan ini, banyak mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari kedua negara. Apakah Iran akan membalas lebih jauh atau memilih untuk meredakan ketegangan lewat jalur diplomatik masih menjadi tanda tanya besar di dunia internasional.

Editor : Agung Sedana
#Perang Iran Israel #Teheran #mossad