RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang puncak ibadah haji di Arafah pada Rabu (4/6), petugas haji Indonesia terus mematangkan persiapan.
Salah satu langkah penting yang dilakukan pada H-1 ini adalah pemetaan terhadap jemaah yang akan disafariwukufkan bagi jemaah yang kondisi kesehatan tidak memungkinkan untuk mengikuti wukuf secara reguler.
Berdasarkan laporan dari Sektor 8 Daker Makkah, tercatat sejumlah jemaah telah diidentifikasi untuk disafariwukufkan.
Untuk kloter 44, terdapat 133 orang yang diajukan untuk mengikuti murur (melintas di Arafah), yaitu skema alternatif yang diperuntukkan bagi jemaah dengan keterbatasan tertentu.
Dari sektor 8 tersebut ada 51 orang telah ditetapkan untuk disafariwukufkan, termasuk di antaranya 4 jemaah dari kloter 44. Sementara itu, kloter 42 mencatatkan dua orang yang dipastikan akan disafariwukufkan.
Untuk skema murur dari kloter ini, sebanyak 78 orang telah didata. Namun, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah sesuai dengan hasil pemeriksaan kesehatan terakhir dan laporan dari sektor terkait. Sedangkan kloter SUB 43 tidak ada, sementara jamaah yang diajukan murur ada 86 orang.
"Proses pendataan sangat dinamis karena mempertimbangkan kondisi terkini jemaah. Koordinasi dengan tim kesehatan dan ketua kloter sangat penting agar semua jamaah, termasuk yang dalam kondisi tidak optimal, tetap bisa menjalankan rukun haji," ujar ketua kloter 42, Fakhrurrozi.
Petugas haji Indonesia terus mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan, menghindari aktivitas fisik berlebih, dan mematuhi arahan dari tim medis serta pembimbing ibadah.
Proses keberangkatan ke Arafah dijadwalkan berlangsung mulai hari, Rabu (4/6) secara bertahap. (aif)
Editor : Lugas Rumpakaadi