RADARBANYUWANGI.ID - Calon jemaah haji (CJH) kloter 43 memanfaatkan waktu luangnya sebelum perjalanan haji dilaksanakan.
Selasa (27/5) mereka mengunjungi sejumlah tempat yang bersejarah dalam dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW.
Berikut laporan Agus Baidlowi, CJH yang tergabung dalam kloter 43:
Sembari menunggu rangkaian ibadah haji, jemaah kloter 43 melakukan city tour di Kota Makkah. Tempat yang dikunjungi antara lain gedung perpustakaan atau dikenal dengan Rumah Maulid.
Bangunan yang berjarak sekitar 500 meter sebelah timur dari Masjidilharam ini dulunya rumah milik kakek Nabi Muhammad, Abdul Mutholib.
”Di rumah itu Nabi Muhammad dilahirkankan oleh ibunya, Siti Aminah,” terang salah satu anggota kloter 43 dari KBIH Ummul Qurro Agus Baidlowi.
Rombongan berangkat dari hotel sekitar pukul 05.00. Dari hotel bergerak ke Masjidilharam dengan naik Bus Sholawat.
”Dalam kunjungan ini kami dibantu petugas, dapat cerita mengenai tempat-tempat bersejarah dari petugas,” katanya.
Selama melaksanakan wisata religi, jemaah juga mengunjungi tempat yang bersejarah dalam dakwah Nabi Muhammad dan nabi-nabi sebelumnya.
Namanya Jabal Abi Qubais yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Masjidilharam. ”Gunungnya berupa bebatuan,” jelasnya.
Dalam sejarah dijelaskan, semasa Nabi Ibrahim, Kakbah sempat hancur dan dibangun kembali.
Saat renovasi, Hajar Aswad sempat hilang dan ditemukan di Jabal Abi Qubais. ”Gunung itu sangat berperan dalam perjalanan Islam,” ungkapnya.
Tempat bersejarah lain yang dikunjungi adalah Masjid Jin yang berjarak sekitar 1,5 kilometer ke arah timur dari Masjidilharam.
Di masjid ini, Nabi Muhammad pernah membait pasukan jin yang masuk Islam dan menyatakan kesetiaannya.
”Yang ziarah ke Masjid Jin sangat banyak, terutama dari Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Agus, tempat bersejarah lain yang dikunjungi Pemakaman Ma’la, pemakaman tertua yang sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW ada.
Di tempat ini, ada makam keluarga nabi, sahabat, dan tabiin. Istri kesayangan Nabi Muhammad, Siti Khodijah, juga dimakamkan di pemakaman itu.
”Kami gelar doa bersama di Ma’la ini,” jelasnya.
Agus menyebut di pemakaman Ma’la ini juga ada makam kiai besar Indonesia asal Kabupaten Rembang, KH Maimun Zubair.
Makam kiai berpengaruh itu, selama musim haji ini banyak diziarahi para CJH asal Indonesia. ”Kami juga ziarah ke makam beliau,” katanya. (abi/c1)
Editor : Ali Sodiqin