Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Amerika Serikat-Tiongkok Sepakat Berhenti Perang Dagang: Segini Besaran Tarif Impornya

Niklaas Andries • Rabu, 14 Mei 2025 | 10:15 WIB

PERANG DAGANG: Amerika Serikat dan Tiongkok sepakat akhiri perang dagang
PERANG DAGANG: Amerika Serikat dan Tiongkok sepakat akhiri perang dagang
Radarbanyuwangi.id – Perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok menemui babak baru. Kedua negara pun sudah melakukan perundingan untuk menurunkan tarif impor kedua negara pada Senin (12/5).

Pertemuan diwakili oleh Menteri Keuangan AS Scott Bescent dan Pejabat Tiongkok dilakukan di Jenewa, Swiss. Pertemuan ini telah menghasilkan kesepakatan untuk untuk memutuskan tarif impor rendah.

Untuk barang-barang dari Tiongkok yang akan diimpor ke AS akan dikenakan tarif resiprokal 30 persen. Sedangkan Tiongkok mengenakan barang-barang dari AS sebesar 10 persen.

"AS sepakat untuk menurunkan tarif bea masuk 145 persen terhadap barang-barang China sebesar 115 poin persentase menjadi 30 persen," kata Jannieson Greer Perwakilan Dagang AS dikutip dari Associated Press (AP).

"Sementara China sepakat untuk menurunkan tarif bea masuk terhadap barang-barang AS dengan jumlah yang sama menjadi 10 persen," tambahnya.

Hal itu dilakukan oleh AS karena negaranya telah mengalami defisit perdagangan setelah mematok tarif resiprokal 145 persen ke Tiongkok.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Scott Bescent.  Ia menyebut bahwa jika tarif resiprokal selangit ini dibiarkan maka perekonomian global akan terus terguncang dan terjadinya embargo barang.

"Apa yang terjadi dengan tarif yang sangat tinggi ini adalah embargo. Dan tidak ada pihak yang menginginkannya. Kami menginginkan perdagangan. Kami menginginkan perdagangan yang lebih seimbang. Dan saya pikir kedua belah pihak berkomitmen untuk mencapainya," ungkap Bescent. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#bea masuk #Jenewa Swiss #tiongkok #china #Menteri Keuangan AS #as #tarif impor #resiprokal #embargo #amerika serikat #perang dagang #Perdagangan