Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Selamat Jalan Sahabat Kemanusiaan, Kenangan Menag Nasaruddin Bersama Paus Fransiskus Bikin Terharu

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 22 April 2025 | 02:43 WIB
Paus Fransiskus, pemimpin gereja Katolik sedunia.
Paus Fransiskus, pemimpin gereja Katolik sedunia.

RadarBanyuwangi.id - Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus. 

Bagi Menag, kepergian Paus bukan hanya kehilangan besar bagi umat Katolik, melainkan juga bagi seluruh umat manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian.

“Saya tentu sangat berduka mendengar kabar bahwa Paus Fransiskus meninggal. Selamat jalan sahabat kemanusiaan,” ujar Menag melalui keterangan tertulisnya, Senin (21/4).

Kedekatan antara Paus Fransiskus dan Menag Nasaruddin Umar telah terjalin lama dan menyentuh banyak kalangan. 

Keduanya dikenal sebagai dua tokoh besar lintas agama yang memiliki semangat bersama dalam memperjuangkan kemanusiaan, perdamaian, dan dialog antarumat beragama.

Momen paling berkesan terjadi saat kunjungan bersejarah Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024. 

Dalam lawatan tersebut, Paus Fransiskus mengunjungi Masjid Istiqlal dan bertemu langsung dengan Imam Besar kala itu, Nasaruddin Umar. Pertemuan itu bukan sekadar simbolik, melainkan penuh kehangatan dan ketulusan.

Dalam satu momen yang viral, Prof. Nasaruddin mencium kening Paus Fransiskus, sementara Sang Paus menggenggam erat tangannya. 

Ketika ditanya mengenai hal itu, Menag menjelaskan bahwa tindakan tersebut adalah ekspresi spontan rasa hormat yang tulus.

“Saya merasa sedang berhadapan dengan Bapak saya sendiri. Petuah-petuah beliau sangat luhur. Itu bentuk penghormatan kita,” ungkap Nasaruddin.

Dalam percakapan mereka, Nasaruddin sempat berbicara dalam Bahasa Inggris namun tidak mendapat respons. Namun ketika ia beralih menggunakan Bahasa Arab, Paus Fransiskus merespons dengan hangat. 

Rupanya, Sang Paus memiliki pengalaman tinggal di Suriah dan Sudan selama enam tahun sehingga fasih berbahasa Arab. Kedekatan personal ini pun semakin memperkuat hubungan mereka. “Kami akrab sepanjang jalan. Paus juga berkali-kali mencium tangan saya,” cerita Menag mengenang.

Saat Paus Fransiskus menjalani perawatan intensif akibat pneumonia pada awal 2025, Menag Nasaruddin turut menyampaikan doa dan harapannya di hadapan publik. 

Dalam Peace Forum yang digelar di Masjid Istiqlal pada 24 Februari 2025, Menag mengajak seluruh umat untuk mendoakan kesembuhan Paus. “Mari sama-sama kita mendoakan Paus Fransiskus,” katanya kala itu.

Dalam pandangan Menag, Paus Fransiskus adalah sahabat kemanusiaan luar biasa yang telah mewakafkan dirinya untuk umat manusia, lintas agama, dan batas negara. 

Dedikasinya dalam membangun jembatan antariman dan memperjuangkan nilai-nilai universal akan menjadi warisan tak ternilai bagi dunia.

“Beliau telah mengabdikan dirinya untuk umat, mewakafkan dirinya untuk kemanusiaan,” pungkasnya. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#menteri agama #Persahabatan lintas iman #Paus Fransiskus wafat #nasaruddin umar #toleransi antarumat