Delegasi Indonesia pun langsung gerak cepat untuk melakukan negosiasi dagang dengan Amerika Serikat (AS). .
Delegasi Indonesia yang dipimpin Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan jajaran pimpinan United States Trade Representative (USTR).
Negosiasi selanjutnya dengan United States Secretary of Commerce Howard Lutnick.
Indonesia termasuk salah satu dari sedikit negara yang langsung diterima oleh pemerintah Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump telah menugaskan Secretary Lutnick, Ambassador Greer (USTR), dan Scott Bessent (Secretary of Treasury) sebagai Pejabat AS yang bertanggung jawab dan menangani kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat.
Department of Commerce (DoC) merupakan kementerian di Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas pertumbuhan ekonomi dan urusan perdagangan.
Tugas DoC, antara lain meningkatkan perdagangan internasional dan membantu bisnis AS bersaing di pasar global, serta mempromosikan perdagangan yang adil.
Dalam konteks tarif AS, DoC yang merumuskan kebijakan besar mengenai tarif (bagian dari kebijakan perdagangan internasional Amerika Serikat).
Sedangkan pelaksanaan teknis negosiasi tarif menjadi tugas dari USTR.
Sementara itu Airlangga mengapresiasi pemerintah Amerika Serikat yang menyambut baik pertemuan dengan delegasi Indonesia.
’’Menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk mewujudkan perdagangan yang adil dan berimbang,’’ ujarnya
Indonesia langsung menyampaikan penawaran konkret untuk meningkatkan pembelian dan impor dari Amerika Serikat. Tujuannya untuk menyeimbangkan defisit perdagangan.
Antara lain, pembelian produk energi (crude oil, elpiji, dan gasoline) serta peningkatan impor produk pertanian dari Amerika Serikat (soybeans, soybeans meal dan wheat) yang memang sangat dibutuhkan dan tidak diproduksi di Indonesia.
’’Kami juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk kerja sama di bidang critical minerals, dukungan investasi Amerika Serikat dan juga komitmen untuk menyelesaikan permasalahan Non-Tariff Barrier (NTB) yang menjadi concern pengusaha AS di Indonesia,’’ imbuh Airlangga.
Secretary Lutnick pun menilai tawaran Indonesia sangat konkret. Lutnick juga sependapat dengan rencana target negosiasi yang akan diselesaikan dalam 60 hari ke depan.
Dia juga menyarankan agar delegasi RI langsung menyusun jadwal pembahasan teknis secara detail dengan pihak DoC dan USTR.
’’Kami mengapresiasi langkah konkret Indonesia untuk melakukan negosiasi tarif. Ke depan, Amerika Serikat dan Indonesia akan terus melanjutkan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan,’’ jelas Lutnick. (*)
Editor : Niklaas Andries