RADARBANYUWANGI.ID - Perjalanan Rizal Sampurna dari Banyuwangi hingga sampai ke Kamboja rupanya bermula saat dirinya berkenalan dengan seseorang di Bali.
Anies Zulkarnain, 36, salah seorang teman dekat Rizal menceritakan, Rizal sempat bercerita berkenalan dengan seseorang yang menawarinya pekerjaan di Kamboja.
Anies mengaku cukup dekat dengan Rizal. Dia dan Rizal sama-sama menjadi personel grup band Melayu Osing yang sudah dijalankan sejak tahun 2020 silam.
Sekitar bulan Oktober, Rizal berpamitan untuk bekerja di Bali. Kala itu dia akan berkerja di salah satu rumah makan.
”Di Bali juga tidak lama, sekitar dua bulan. Kemudian dia mengabari ada orang yang mengajaknya untuk bekerja di Kamboja,” kata Anies.
Mendengar rencana itu, pria asal Kelurahan Kampung Mandar itu sempat mengingatkan Rizal bahaya bekerja di Kamboja.
Apalagi, sudah santer kabar tentang banyaknya pekerja yang dijadikan admin judi online dan scammer.
”Dia menanggapi biasa saja, saya sudah ingatkan jika itu berisiko. Akhirnya dia berangkat, kalau tidak salah antara akhir Desember atau awal Januari Rizal sampai di Kamboja,” terangnya.
Selama perjalanannya, Anies mengaku terus mendapat update dari Rizal. Setidaknya setelah dari Bali, Rizal mengabari jika dirinya berada di Jakarta.
Kemudian berada di Medan, lalu tak lama melakukan perjalanan laut ke Malaysia. Dari Malaysia itulah Rizal kemudian sampai ke Kamboja.
”Dia mengabari saya berangkat ke Kamboja dari Medan bersama sekitar 20 orang lainnya, waktu itu diperlihatkan gambarnya. Dari Medan naik kapal ke Malaysia, sekali lagi saya tanyakan apa sudah yakin kerja di sana, dia ketawa-ketawa,” ungkap Anies.
Baca Juga: Jangan Anggap Remeh, Baut Rel Longgar Bisa Jadi Pemicu Kecelakaan Maut Kereta Api
Selama di Kamboja, tidak ada hal janggal. Anies sempat mendapatkan gambar kondisi Rizal saat bekerja sekitar tanggal 9 Maret.
Ketika melakukan video call, tangan Rizal tengah menghadap keyboard sambil diborgol.
”Saya sempat tanya, tapi katanya itu memang prosedur kerja di sana. Kalau dari wajah biasa saja, tapi saya tidak tahu barangkali di tubuhnya ada luka atau apa. Anak itu agak tertutup, tidak mau berterus terang,” kenangnya.
Sekitar tanggal 28 Maret, Anies sempat berusaha mengontak Rizal, tapi nomornya sudah tidak aktif.
Sampai akhirnya pada tanggal 6 April, dirinya mendapat kabar jika Rizal meninggal dunia di Kamboja.
Kabar itu didapati dari keluarga yang mengaku ditelepon oleh seseorang dari KBRI Kamboja.
Informasi itu sangat mengejutkan. Anies berusaha mencari informasi ke beberapa orang dekat Rizal. Tapi tak ada satu pun yang benar-benar tahu.
Selama ini Rizal nyaris tak pernah mengeluh. Hanya sekali dirinya mendengar Rizal menceritakan bahwa honor yang diterimanya berbeda dengan kesepakatan awal.
”Katanya dia dijanjikan digaji USD 800 per bulan, tapi ternyata hanya digaji USD 300. Dia juga cerita kalau tidak memenuhi target, maka akan dipindah ke Myanmar atau Vietnam. Mereka yang bekerja di sana katanya kondisinya lebih parah,” ungkap Anies. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin