RadarBanyuwangi.id - Nama kapal induk sudah sangat populer. Saking besarnya, fasilitas ini sering dijuluki sebagai pulau berjalan.
Keberadaan kapal induk bisa disaksikan dalam berbagai media. Mulai dari koran, televisi, media internet, bahkan di film buatan Hollywood. Kapal induk memiliki ciri khas, yakni memiliki landasan pacu pesawat dan mampu membawa banyak pesawat tempur.
Dalam menjalankan misinya, kapal induk sering dalam tergabung dalam carrier strike group (CSG) saat menjalankan misi. Ini karena kapal induk rentan terhadap serangan dari lawan saat berlayar sendirian. Dengan begitu, kapal induk dapat lebih terlindungi dari ancaman musuh.
Dalam mode carrier strike group, kapal induk dikawal oleh beberapa kapal tempur. Komposisinya meliputi tujuh destroyer, tiga kapal cruiser, serta puluhan pesawat tempur. Kombinasi ini meningkatkan kemampuan serang serta pertahanan kapal induk.
Lantaran ukurannya yang sangat besar, kapal induk dilengkapi dengan berbagai fitur seperti Tower komando yang disebut "island", pelindung di dek penerbangan untuk melindungi pesawat dan hanggar. Selain itu, dalam grup armada kapal induk, biasanya dilengkapi beberapa kapal lainnya seperti kapal perusak, kapal penjelajah, kapal korvet, kapal suplai, dan kapal selam
Dalam sebuah operasi, kapal induk dalam berperan sebagai kapal tempur, pengintaian, superioritas udara, hingga bantuan.
Selain itu, kapal induk memiliki beberapa keunggulan diantaranya memiliki fleksibilitas tempur yang lebih tinggi dibandingkan kapal perang lainnya. Kapal induk dapat memproyeksikan kekuatan udara jarak jauh tanpa bergantung pada pangkalan lokal.
Di sisi lain, ada beberapa kekurangan yang dimiliki kapal induk seperti tanpa pengawalan rentan terhadap serangan oleh kapal, pesawat, kapal selam, atau rudal lain.
Kapal induk baru mungkin tidak memiliki cukup awak yang terlatih untuk mengoperasikannya. Selain itu, pesawat tempur yang dipesan untuk dek kapal induk mungkin terlalu mahal dan lemah. (nic/bay)
Editor : Ali Sodiqin