RADAR BANYUWANGI - Upaya penyelundupan manusia melalui perairan Indonesia berhasil digagalkan personel TNI AL dari Lanal Banyuwangi Sabtu (9/11).
Sebanyak 18 orang, terdiri dari 16 warga negara asing (WNA) pria asal Pakistan dan 2 wanita asal Aceh, diamankan setelah kapal yang mereka tumpangi dikejar patroli TNI AL.
18 orang itu pun sempat diamankan di Lanal Banyuwangi. Termasuk barang bukti lainya seperti mobil yang akan mengangkut mereka dari darat dan sebuah kapal ikan yang rencananya akan digunakan untuk menyeberang sampai ke Pulau Christmas, Australia.
"Penangkapan mereka diawali dari kecurigaan patroli Lanal Banyuwangi yang melihat ada sebuah kapal nelayan yang mencurigakan. Kapal itu kita kejar, kemudian begitu tiba di daratan ternyata mereka sudah ditunggu tiga mobil. Dan mayoritas berisi WNA."kata Danlanal Banyuwangi,Letkol Laut (P) Hafidz.
Kronologi Penangkapan
Jumat (8/11):
- Patroli Lanal Banyuwangi melihat manuver mencurigakan dari KMN Permata 86 di Selat Bali sekitar pukul 23.35.
- Kapal tersebut kemudian mempercepat maneuver menjauhi patroli dan mendadak mematikan seluruh lampunya.
Sabtu (9/11):
- KMN Permata diketahui mendarat di pesisir Pantai Bangsring masuk dusun Kemanduran, Desa Bangsring.
- Tim patroli yang hanya berisi dua personel melapor ke Lanal karena melihat ada rombongan yang keluar dari Kapal. Lanal kemudian menghubungi Kodim 0825 meminta bantuan personel darat
- 8 orang anggota Unit Intel Kodim 0825 menuju lokasi, mereka menemukan tiga mobil yang isinya penuh dengan WNA
- Dua driver mobil melarikan diri, 18 orang yang tersisa dibawa ke Mako Lanal Banyuwangi.
- Dari barang bukti yang diamankan hanya ada 6 passpor, 1 Surat Izin Berlayar yang sudah mati, Ponsel dan GPS dengan tujuan Pulau Christmas Australia.
Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (8/11) sekitar pukul 23.35, patroli Lanal melihat ada perahu nelayan KMN Permata 86 yang tampak menghindar lalu mematikan lampunya. Karena curiga, patroli pun mengikuti. Rupanya kapal tersebut berhenti di pesisir Pantai Bangsring.
"Karena kita melihat ada cukup banyak orang yang keluar dari kapal, kita meminta bantuan di darat. Kita kontak Kodim 0825 untuk melakukan penangkapan di darat,"imbuh Hafidz.
Tak lama personel dari Unit Intel Kodim 0825 mengepung penumpang kapal yang sudah masuk ke dalam mobil. Ada tiga buah mobil yang penuh dengan WNA Pakistan.
Saat digerebek, dua sopir yang diduga warga lokal Banyuwangi berlari. Sedangkan satu sopir berkewarganegaraan Pakistan tetap berada di salah satu mobil.
"Akhirnya semua diamankan dan dibawa ke Lanal. Ada 18 orang. 16 WNA Pakistan, dua perempuan WNI warga Aceh, yang satu masih anak-anak,"jelas Hafidz.
Usai penangkapan, Lanal pun berkordinasi dengan Kantor Imigrasi Jember dan Polresta Banyuwangi untuk penyerahan ke 18 orang tersebut.
Mantan Komandan KRI Badik itu mengatakan masih belum bisa menyimpulkan status dari ke 18 orang tersebut. Namun kuat dugaan mereka bagian dari penyelundupan manusia yang hendak menuju Pulau Christmas, Australia.
"Dari barang bukti yang kita amankan ada GPS yang sudah distel untuk menuju pulau Christmas. Kemungkinan ini digunakan untuk kapal."tegasnya.
Keterangan yang berubah ubah dari para WNA membuat petugas kesulitan menarik benang merah rombongan tersebut.
Diduga mereka sengaja menyembunyikan modusnya untuk mempersulit petugas. Apalagi dari 16 WNA itu hanya 6 orang yang memiliki paspor.
Sisanya mengaku paspornya hilang dibawa driver yang lari. Ada yang mengaku akan berlibur ke Pulau Merah, tapi beberapa WNA lainya mengaku akan pergi ke Malang.
Sedangkan peran kedua wanita Aceh itu pun masih belum jelas. Dari keterangan pada petugas, mereka mengaku saudara salah satu WNA yang bisa berbahasa Indonesia. Tapi WNA yang dimaksud menyebut salah satu dari wanita itu adalah istrinya.
"Kita belum bisa menyimpulkan lebih dalam. Karena keterangan mereka berubah ubah. Beberapa bahkan tidak mengenal satu sama lain. Jadi kita serahkan kepada Polres dan Imigrasi untuk proses selanjutnya," kata Hafidz.
Dandim 0825, Letkol Arh, Joko Sukoyo menambahkan, timnya merespon cepat saat Lanal menyampaikan adanya rombongan yang mencurigakan dari salah satu kapal yang mendarat di Bangsring.
Kodim mengerahkan sekitar delapan personel dari Unit Intelijen mereka untuk membantu Lanal mengamankan rombongan tersebut.
"Ini bagian dari sinergitas untuk menjaga keamanan Banyuwangi. Personel kita juga sedang mencari dua sopir yang melarikan diri,"tegasnya.
18 orang itu kemudian diserahkan Lanal Banyuwangi ke Imigrasi Jember. Sedangkan untuk tiga kendaraan roda 4 dan satu kapal nelayan diserahkan ke polresta Banyuwangi.
Jika nanti terbukti melanggar aturan keimigrasian para WNA itu bisa dideportasi ke negara asalnya atau terkena pencekalan.
"Masih akan kita dalami apa modus dari rombongan ini. Apakah mereka hanya melanggar ketentuan administrasi keimigrasian atau ada potensi pidana lain. Semuanya kita bawa ke Jember,"kata Kasubsi Intelijen Imigrasi Jember, Rafsan Dani. (fre)
Editor : Ali Sodiqin