RadarBanyuwangi.id – Helikopter perang milik Amerika Serikat tak lagi terbang di langit Banyuwangi, Jawa Timur.
Seiring dengan tuntasnya Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield, sejak Kamis sore (12/9) seluruh peralatan tempur milik US Army ditarik ke kapal MV Cape Hudson yang sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi.
Dari Pelabuhan Tanjung Wangi, kapal perang MV Cape Hudson kembali ke pangkalan militer di Okinawa, Jepang.
Proses embarkasi material dan alutsista milik US Army berlangsung cepat. Beberapa kendaraan tempur seperti LVSR MKR15 Wrecker dan kendaraan darat serba guna M-ATV Assault beriringan masuk ke dalam kapal MV Cape Hudson.
Termasuk mobil-mobil Humvee dan helikopter jenis Sikorsky UH-60 Black Hawk yang dua pekan terakhir kerap mengitari langit Banyuwangi.
Selama proses embarkasi berlangsung, prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi mengamankan area sekitar pelabuhan.
Sebagai bagian dari force protection, Lanal Banyuwangi ikut menjamin keamanan dan keselamatan personel serta aset militer.
Pengamanan proses pengangkutan kendaraan tak hanya dilakukan personel TNI AL di sekitar area pelabuhan.
Di kawasan perairan, kapal patroli KAL Rajegwesi II-5-40, KAL Sembulungan II-5-42, RHIB, dan RBB milik Lanal tampak berpatroli. Termasuk memandu MV Cape Hudson hingga keluar dari wilayah perairan Banyuwangi.
Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz mengatakan, kepulangan pasukan US Army menggunakan kapal MV Cape Hudson sekaligus menjadi penanda berakhirnya Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2024 yang telah dilaksanakan di wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo sejak bulan Agustus lalu.
”Semoga dengan kelancaran proses pengamanan sejak awal akan menjadi citra baik untuk Banyuwangi dan Indonesia. Sehingga, semakin memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Latgabma Super Garuda Shield telah dilaksanakan selama kurang lebih 11 hari mulai dari tanggal 26 Agustus dan berakhir pada tanggal 6 September di Asembagus dan Baluran. Latgabma 2024 ini mengusung tema ”Komando Gabungan Bersama (Kogabma) melaksanakan Operasi Gabungan Bersama di wilayah Surabaya, Asembagus, Jakarta, dan Baturaja dalam rangka menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI”.
Peserta Latgabma terdiri dari ribuan prajurit TNI dan personel negara asing yang melibatkan unsur Angkatan Darat, Laut, dan Udara dari negara sahabat di kawasan Indo Pasifik. Negara pelaku latihan yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Jepang, Singapura, dan Inggris.
Sedangkan negara observer terdiri dari Amerika, Australia, Prancis, Jepang, Singapura, Inggris, Jerman, Kanada, Brazil, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Filipina, Belanda, Papua Nugini, Brunei Darussalam, Arab Saudi, India, dan Timor Leste. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin