RadarBanyuwangi.id - Kisah kematian Fat Cat, gamer asal Tiongkok yang bernama asli Pang Mao karena bunuh diri masih menyimpan duka.
Fakta demi fakta terungkap ke media sosial mengenai keputusan bunuh diri yang ia ambil dengan melompat dari jembatan ke sebuah sungai.
Ia diduga memutuskan bunuh diri karena merasa diacuhkan oleh kekasih yang sangat dicintainya bernama Tan Zhu.
Puncaknya ia diputus sepihak oleh Tan Zhu. Padahal saat itu Tan Zhu dan Fat Cat sempat merencanakan sebuah pernikahan.
Belakangan diketahui jika Tan Zhu tidak benar-benar menaruh rasa kepada mendiang Fat Cat, sehingga bisa sepihak memutus sang kekasih.
Selama berpacaran, apapun diberikan oleh Fat Cat kepada Tan Zhu, terlebih pundi-pundi pendapatannya.
Bahkan setelah mengirim uang kepada Tan Zhu sebanyak Rp 1 miliar, Fat Cat tidak bisa lagi makan enak.
Kisah cintanya yang tragis menggugah simpati masyarakat Tiongkok bahkan masyarakat Indonesia.
Diketahui, pemuda tersebut telah berpacaran dengan wanita yang sudah berusia 27 tahun selama dua tahun.
Sementara itu dilansir dari laman VC Gamers, selama menjalin hubungan, Fat Cat baru dua kali ditemui Tan Zhu.
Pemuda yang dijuluki “Kucing Gemuk” di dalam game ini lebih banyak berkomunikasi secara virtual dengan Tanzhu karena tinggalnya yang jauh.
Setelah keejadian itu sendiri, Tan Zhu telah memberikan klarifikasi dan mengaku, telah mentransfer 350 ribu Yuan atau sekitar Rp739 juta ke keluarga Fat Cat.
Dia juga mengunggah foto surat keterangan pemeriksaan dari psikiater yang menunjukkan dirinya sedang mengalami depresi akibat kejadian tersebut. (*)
Editor : Salis Ali Muhyidin