RadarBanyuwangi.id – Tanggal 1 Mei tahun ini jatuh pada hari Rabu. Di kalender, 1 Mei ditulis dengan tinta warna merah.
Tanggal merah artinya hari libur. Semua hari libur di Indonesia ditandai dengan tanggal merah di kalender.
Tanggal 1 Mei diperingati sebagai hari buruh. Di seluruh dunia, hari pekerja itu dikenal dengan sebutan May Day.
Selain di Indonesia, di beberapa negara lain juga meliburkan hari buruh ini. Perayaan tahunan berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.
Menurut Wikipedia, Hari Buruh lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial.
Perkembangan kapitalisme industri di awal abad ke-19 menandakan perubahan drastis. Terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat.
Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.
Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi pada tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers.
Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja pada era tersebut bekerja selama 19 hingga 20 jam dalam sehari.
Sejak saat itu, perjuangan menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.
Ada dua orang yang dianggap telah menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja.
Yaitu Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey, AS.
Pada tahun 1872, McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja.
McGuire bersama para pekerja dan pengangguran melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur.
Tahun 1881, McGuire pindah ke St. Louis, Missouri. Di sana, McGuire mulai mengorganisasi para tukang kayu.
Akhirnya, didirikanlah persatuan tukang kayu di Chicago bernama United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America. McGuire sendiri menjadi Sekretaris Umum.
Dari sini, ide mendirikan organisasi pekerja menurut bidang keahlian, merebak ke seluruh negara bagian Amerika.
Pada perkembangan selanjutnya, McGuire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk para pekerja.
Awalnya hari libur digelar setiap Senin pertama September di antara Hari Kemerdekaan dan hari Pengucapan Syukur di Amerika Serikat.
Selanjutnya, pada 5 September 1882, parade Hari Buruh pertama kali di dunia diadakan di kota New York.
Pesertanya mencapai 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi.
Maguire dan McGuire memainkan peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya.
Pada 1887, Oregon menjadi negara bagian pertama yang menjadikannya hari libur umum pada 1894.
Presiden Grover Cleveland menandatangani sebuah undang-undang yang menjadikan minggu pertama bulan September hari libur umum resmi nasional.
Kongres Internasional Pertama para buruh diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss. Kongsres ini dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia.
Kongres menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari.
Pada perkembangan selanjutnya, tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Kongres tahun 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions.
Alasanya, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, juga memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif pada era tersebut.
Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872, menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.
Itulah sejarah hari buruh tanggal 1 Mei yang dikutip secara lengkap dari Wikipedia. (*)
Editor : Ali Sodiqin