RADAR GENTENG – Indonesia kaya tradisi perayaan. Baik bersifat lokal, maupun yang berlangsung karena peristiwa nasional, bahkan peristiwa dunia yang dipadu tradisi lokal.
Perayaan yang cukup meriah, tanpa sekat sosial maupun keagamaan itu ada pada perayaan Agustusan.
Untuk merayakan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-78, RSUD Genteng menggelar berbagai lomba untuk petugas medis dan karyawan Sabtu lalu (19/8).
Lomba Agustusan ini dilaksanakan di drop zone rawat jalan. “Ini untuk menyemarakkan Agustusan,” ujar Direktur RSUD Genteng, dr Hj Asiyah Anggraeni.
Menurut Asiyah, banyak perlombaan yang diadakan kali ini. Mulai dari lomba pugeruk, lomba paku bumi, lomba giring bola, lomba sarung estafet, dan lomba kereta balon.
“Acaranya meriah. Alhamdulillah semua semangat,” katanya.
Makna kemerdekaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jelas dia, diartikan dengan bebas, leluasa, berdiri sendiri, dan tidak bergantung kepada orang lain atau pihak tertentu.
Seseorang disebut merdeka, ketika mampu menentukan masa depannya sendiri, terbebas dari tekanan siapa pun, dan mandiri.
“Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang dapat menentukan nasibnya, dan terbebas dari tekanan pihak lain,” cetus dokter yang juga dikenal sebagai kolumnis itu.
Semua pimpinan dan staf RSUD Genteng membaur tanpa sekat. Suasana penuh dengan riuh canda tawa.
“Ini bukan sekadar lomba. Ini media silaturahmi untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar ruangan. Ini kunci agar kita bisa terus mendorong kinerja RSUD Genteng semakin maju,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Asiyah menambahkan, lomba ini salah satu upaya untuk menyegarkan pikiran karyawan yang selama ini disibukkan dengan pekerjaan.
“Karyawan juga perlu di refresh agar lebih termotivasi, sehingga semakin optimal dalam melayani masyarakat,” katanya. (abi)
Editor : Ali Sodiqin