Sebanyak 33 lansia ikut berpartisipasi dalam skrining gratis tersebut. Penanggung jawab acara, dr Dewi Mandasari menyampaikan, lansia merupakan kelompok penduduk yang berusia 56 tahun ke atas. Di usia yang senja, kondisi fisik tubuh lansia mulai melemah. Mereka juga rentan terhadap penyakit. Namun sesungguhnya, lansia masih tetap bisa aktif dan produktif. ”Caranya dengan rutin berolahraga, tidur cukup, hindari stres, dan rutin periksa kesehatan,” tuturnya.
Dewi menjelaskan, lansia biasanya mengalami beberapa masalah kesehatan. Seperti gangguan penglihatan, pendengaran, dan kencing. ”Untuk itu, kami laksanakan skrining gratis gangguan penglihatan oleh dokter spesialis mata, skrining gangguan kencing oleh dokter spesialis urologi, dan skrining gangguan pendengaran oleh dokter umum,” ujarnya.
Program skrining gratis ini, kata Dewi, merupakan bentuk kepedulian RSAH terhadap masyarakat Banyuwangi. Pihaknya menargetkan lansia yang ikut dalam skrining adalah mereka yang berusia di atas 56 tahun. Sebab, usia ini sudah mendekati kategori lansia yang mulai merasakan gejala-gejala gangguan kesehatan.
Menurut Dewi, skrining lansia dilaksanakan untuk menentukan berat tuli yang diderita. Kemudian menentukan gangguan kencing atau pembesaran prostat dengan pemeriksaan USG. Juga dilakukan pemeriksaan mata. Apabila disebabkan karena katarak dan membutuhkan operasi, pasien akan diikutkan program operasi katarak gratis bagi warga yang tidak mampu. ”Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan banyak lansia yang ikut berpartisipasi. Total ada 33 lansia yang hadir dari 38 lansia yang terdaftar,” jelasnya.
Untuk lansia yang mengalami gangguan kesehatan, kata Dewi, diimbau untuk rutin memeriksakan kesehatannya di Klinik Geriatri RSAH. Klinik tersebut buka hari Senin–Sabtu pukul 07.00 sampai 14.00. (*/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono