BANYUWANGI – Rumah Sakit Islam Fatimah (RSIF) Banyuwangi menjadi bagian dari kegiatan Gesah Bareng yang diadakan oleh World Clean Up Day Indonesia (WCDI) Core Time Banyuwangi Sabtu lalu (25/9). Kegiatan diskusi yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI ini, mengambil tema ”Aksi Clean Up dan Pilah Sampah dari Rumah”.
Dokter Bintari Wuryaningsih sebagai salah satu Pengelola Bank Sampah RSIF Banyuwangi, juga menjadi Ketua WCDI Banyuwangi. Menurut Bintari, gerakan pilah sampah dari rumah ini, merupakan lanjutan dari gerakan minim sampah dan memastikan sampah sudah terkurangi ketika dikumpulkan dan diangkut ke tempat pengelolaan dan pemrosesan akhir.
Dia mengatakan, tujuan acara gesah bareng ini adalah memberikan penyadaran kepada masyarakat, akan betapa pentingnya pengelolaan sampah dari rumah atau sumber untuk lebih berharga dan bermanfaat. Misalnya, sampah bisa dijadikan pupuk (kompos), eco enzim, dan juga bisa bernilai ekonomi dengan dijadikan kerajinan. Bahkan, sampah yang dikelola juga bisa ditukar dalam bentuk koin emas.
Dalam diskusi tersebut, hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Husnul Chotimah. Hadir pula Founder Banyuwangi Osoji, dr. Bintari Wuryaningsih. Ada juga Elok Widjianti Poedjiastoeti dari Eco Enzym Nusantara Banyuwangi. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Bank Sampah Banyuwangi, Agus Supriadi. Tidak ketinggalan, hadir pula Oktarina Sri Hidayanti dari Core Team WCDI. Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga hadir sebagai keynote speaker melalui video conference.
Bintari mengatakan, kegiatan ini diharapkan akan terjalin kerja sama dan sinergi dari semua komponen masyarakat bersama pemerintah. ‘’Sehingga permasalahan sampah menjadi minim, dan kelak bumi kembali hijau, asri, untuk generasi yang akan datang,’’ tuturnya.
Editor : Ali Sodiqin