RadarBanyuwangi.id - Dalam rangka memeriahkan Ramadan, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RS NU) Banyuwangi bersama LAZISNU Banyuwangi, menggelar Berkah Ramadan. Dalam kegiatan sosial itu, membagikan 500 paket baju Lebaran untuk anak yatim, dan 500 paket sembako kepada fakir miskin.
Kegiatan sosial yang digelar setiap tahun itu, pada Ramadan kali ini yang ke-14, itu sejak diluncurkan 2008 lalu. Bantuan paket baju Lebaran dan sembako ini, diberikan pada anak yatim dan fakir miskin di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Selain dengan LAZISNU, santunan ini juga melibatkan seluruh karyawan RS NU. “Para karyawan mendata anak yatim dan fakir miskin di sekitar tempat tinggalnya, dengan harapan para karyawan bisa memberikan manfaat pada lingkungannya,” terang Direktur RS NU Banyuwangi, dr. Ika Rahayu Susanti, MMRS, Dipl. CIBTAC.
Dr. Ika mengaku bersyukur setiap tahun bisa membantu anak yatim dan fakir miskin, dan selalu ada peningkatan jumlah yang disantuni. Semoga ini bisa terus meningkat, dan RS NU Banyuwangi semakin memberi manfaat kepada masyarakat. “Kami sampaikan terima kasih kepada semua karyawan RS NU Banyuwangi yang telah ikhlas memberikan zakat dan sedekah. Gaji yang diterima setiap bulan disisihkan untuk diberikan kepada yang berhak menerimannya,” katanya.
Untuk memudahkan pendataan, dan tepat sasaran dalam Berkah Ramadan ini, RS NU Banyuwangi bekerjasama dengan PC LAZISNU Banyuwangi. Itu karena LAZISNU telah berpengalaman dalam pembagian zakat dan sedekah kepada masyarakat, mempunyai data base yang valid dan update. Tahun ini, sasaran pembagian meliputi MWC NU Rogojampi, MWC NU Kabat, MWC NU Singojuruh, MWC NU Songgon, MWCNU Srono, MWC NU Blimbingsari, dan MWC NU Cluring. “Terima kasih kepada RSNU Banyuwangi yang selalu melibatkan LAZISNU Banyuwangi dalam semua kegiatan pembagian dana sedekah dan zakat karyawan,” cetus Ketua PC LAZIZNU Banyuwangi, Imron Rosyadi, M.Pd.
Imron berharap setiap tahun penerima sedekah dan yang disantuni ini bisa terus meningkat. Dan itu, bisa membahagiakan anak yatim dan fakir miskin. “Anak yatim bisa memilih sendiri bajunya di toko yang telah di tunjuk panitia,” terangnya.(abi)
Editor : Ali Sodiqin