RADARBANYUWANGI.ID – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi Mochamad Mukaffi menegaskan komitmennya untuk mewujudkan lingkungan lapas yang bersih dari praktik pungutan liar (pungli).
Hal itu dia sampaikan langsung saat melakukan sosialisasi di sela-sela kunjungan keluarga warga binaan dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Minggu (6/4).
Dalam kesempatan tersebut, Mukaffi mengajak seluruh keluarga warga binaan untuk turut mendukung program Lapas Banyuwangi dengan menghindari segala bentuk tindakan yang tidak sesuai aturan.
”Kami ingin menegaskan bahwa seluruh layanan di Lapas Banyuwangi diberikan secara gratis. Tanpa ada biaya yang harus dikeluarkan oleh warga binaan maupun keluarganya,” tegasnya.
Mukaffi mengimbau agar keluarga warga binaan tidak memberikan imbalan dalam bentuk apa pun kepada petugas. Termasuk saat petugas meminta biaya untuk layanan tertentu.
”Itu tidak sesuai dengan kebijakan kami, Lapas Banyuwangi berkomitmen penuh terhadap transparansi dan integritas,” ujarnya.
Mukaffi menekankan pentingnya peran serta keluarga warga binaan untuk melapor apabila menemukan indikasi pungli.
”Kami meminta kerja sama semua pihak untuk segera melapor jika ada petugas yang meminta biaya. Ini penting demi menjaga kredibilitas lapas sebagai institusi yang melayani masyarakat,” tegasnya.
Mukaffi mengatakan, komitmen tersebut sejalan dengan moto Dirjen Pemasyarakatan Mashudi, yakni ”Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat”.
Dengan sinergi antara petugas lapas, warga binaan, dan keluarga, diharapkan Lapas Banyuwangi dapat menjadi lembaga pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
”Mari bersama-sama wujudkan Lapas Banyuwangi yang bebas dari pungli. Kami ingin warga binaan dan keluarganya merasa aman dan nyaman tanpa khawatir ada praktik tidak benar,” pungkasnya. (rio/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin