Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Operasi Lilin 2024 Sukses Tekan Angka Kriminalitas dan Kecelakaan, Berikut Data Statistiknya

Niklaas Andries • Sabtu, 4 Januari 2025 | 05:02 WIB

JAGA KELANCARAN: Personel Polresta Banyuwangi dikawal anggota Brimob dan TNI memeriksa surat-surat kendaraan di pintu masuk Pelabuhan ASDP Ketapang, Senin (23/12).
JAGA KELANCARAN: Personel Polresta Banyuwangi dikawal anggota Brimob dan TNI memeriksa surat-surat kendaraan di pintu masuk Pelabuhan ASDP Ketapang, Senin (23/12).
Radarbanyuwangi.id – Operasi Lilin 2024 yang digelar kepolisian sejak 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025 membawa dampak siginifikan. Polri mencatat penurunan angka tren kejahatan dan angka kecelakaan.

Hal itu diungkapkan Kepala Operasi Lilin 2024 sekaligus Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Aan Suhanan. Dijelaskannya pihaknya mengerahkan sebanyak 132.327 personel selama Operasi Lilin 2024 tersebut.

Pengerahan personel itu bersamaan dengan pendirian 2.794 pos pengamanan. Dimana pos tersebut ditujukan untuk memastikan kelancaran aktivitas masyarakat selama masa libur tersebut.

Irjen Aan mengungkapkan adanya penurunan tren kejahatan selama operasi ini berlangsung.

“Dari yang sebelumnya 14 ribu kasus pada tahun lalu, kini menjadi sekitar 13 ribu, atau turun sekitar lima persen,” ujarnya.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang terjadi bisa ditangani dengan cepat.

“Ini hal yang positif, yang menggembirakan, dan kita bisa merasakan selama periode Operasi Lilin 2024 ini, syukur alhamdulillah tidak ada kejadian-kejadian yang menonjol,” katanya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mencatatkan penurunan angka kecelakaan lalu lintas, yaitu dari 2.842 insiden menjadi 2.497, dengan tingkat fatalitas menurun hingga 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, korban jiwa akibat kecelakaan juga berkurang. Ada penurunan hingga 55 orang dari tahun lalu,” ucapnya menambahkan.

Disisi lain, dia juga mengatakan bahwa lonjakan kendaraan selama arus mudik dan arus balik Nataru turut menjadi perhatian pihaknya.

Dalam puncak arus mudik pada 21 Desember 2024, sebanyak 195.000 kendaraan tercat

at meninggalkan wilayah Jabodetabek, sementara puncak arus balik yang terjadi pada 29 Desember 2024, mencatatkan adanya 189.000 kendaraan kembali masuk ke wilayah tersebut.

“Berbagai upaya yang kami lakukan, termasuk pengamanan di jalur arteri dan tol, menghasilkan kelancaran yang dirasakan masyarakat selama arus mudik maupun arus balik. Ini adalah hasil kerja keras semua pihak,” katanya. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#Angka Kecelakaan #fatalitas #kasus #gangguan keamanan dan ketertiban #kejahatan #Kriminalitas #Arus Balik Nataru #korlantas #Operasi Lilin 2024 #Arus Mudik