Radarbanyuwangi.id – Aksi balap liar menggunakan sepeda motor tampaknya sulit diberangus. Setelah arena balap liar di Jalan Gajah Mada Banyuwnagi diobrak polisi, pembalap berpindah ke tempat yang jauh dari kota dan memilih tempat yang sepi.
Kali ini lokasi yang dipilih di jalan Perkebunan Kalibendo, Kecamatan Glagah.
Seperti biasa, dua joki motor beradu kecepatan dari titik start hingga finis. Sepanjang balapan, kedua pembalap dielu-elukan oleh suporternya yang berdiri di pinggir jalan, masuk Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah.
Aksi anak-anak muda balapan liar ini dilakukan hampir setiap sore sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Aksi pembalap tersebut dikeluhkan oleh warga dan karyawan perkebunan Kalibendo.
Warga merasa terganggu dengan suara bising sepeda motor. Selain itu, warga kesulitan melintas karena jalur tersebut dipenuhi kerumunan massa.
Bahkan, Selasa kemarin (19/3) terjadi kecelakaan di arena balap liar yang diduga melibatkan dua joki remaja.
Kedua pembalap yang tidak diketahui identitasnya tersebut saling bertabrakan dan membuat keduanya terjatuh ke aspal.
Warga setempat, Saiful Agni mengatakan, aksi balap liar di jalan perkebunan Kalibendo makin marak selama Ramadan.
Beberapa warga sudah beberapa kali memberi peringatan, namun tidak digubris. Puluhan pemuda dari berbagai daerah datang silih berganti hingga memenuhi jalanan.
”Aksi balap liar di jalan perkebunan sangat membahayakan pengguna jalan lain,” kata Saiful.
Pegawai perkebunan Kalibendo Safi’i menjelaskan, kondisi jalanan perkebunan yang sepi kemungkinan menjadi alasan dijadikan arena balapan.
”Sudah kayak jadi kebiasaan setiap Ramadan,” ujarnya.
Safi’i menyebut, warga mengaku waswas dengan adanya aktivitas balap liar. Pihaknya berharap aparat bisa segera mengambil tindakan tegas.
”Jalanan perkebunan kerap dilalui masyarakat karena merupakan jalan utama yang menghubungkan dengan Kecamatan Licin,” tandasnya.
Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol Amar Hadi Susilo mengatakan, aksi balap liar seperti fenomena balon meletus.
Saat petugas membubarkan di satu titik, pasti akan muncul di titik lainnya.
”Kami sudah sering melakukan sweeping di sejumlah lokasi, namun saat petugas datang, semua membubarkan diri,” katanya.
Pihaknya berharap, masyarakat bisa membedakan aksi balap liar dengan ngabuburit.
”Masak orang kumpul saja harus dibilang mau melakukan aksi balap liar. Aksi balap liar itu ada joki, sirkuit, dan taruhannya. Jika hanya geber-geber kendaraan bukan berarti balap liar,” ucap Amar.
Sementara itu, aparat Polsek Glagah tidak tinggal diam dengan aksi balap liar di Kalibendo. Sejumlah personel Polsek langsung membubarkan aksi balap liar tersebut.
Sejumlah sepeda motor dan pemilknya dibawa ke Polsek Glagah. Melihat kedatangan poliis, sebagian pembalap dna penonton langsung kabur. (rio/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries