Mobil ambulans milik Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah Banyuwangi yang tengah mengangkut pasien darurat menabrak bagian samping mobil pikap bernopol P 8709 VB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja, bagian depan mobil ambulans bernopol P 1957 VC tersebut ringsek.
Sedangkan pasien yang hendak dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan langsung dievakuasi menggunakan ambulans milik RAPI untuk melanjutkan perjalanan.
Kasatlantas Polresta Banyuwangi Kompol Amar Hadi Susilo melalui Kanit Gakkum Iptu Dwi Wijayanto mengatakan, kedua kendaraan sudah dievakuasi dan dibawa ke Mako Satlantas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dwi menjelaskan, kecelakaan tersebut bermula saat mobil pikap melaju dari arah barat.
Kendaraan tanpa muatan tersebut dikemudikan Arba’ie, 50, warga Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah.
”Saat itu lampu lalu lintas menunjukkan lampu hijau sehingga kendaraan pikap tetap melaju ke arah timur,” kata dia.
Bersamaan dengan itu, lanjut Dwi, mobil ambulans yang dikemudikan oleh Imanudin, 52, warga Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, melaju cukup kencang dari arah selatan ke utara.
”Sirene mobil ambulans sudah dibunyikan. Ambulans tersebut menerobos lampu merah dengan mengambil jalur kanan karena sedang membawa pasien darurat yang hendak dirujuk ke RSUD Blambangan,” terangnya.
Namun, saat itu pikap sudah berada di tengah jalan. Sehingga, mobil ambulans tidak bisa menghindari kendaraan tersebut.
”Jadi mobil ambulans langsung menyeruduk mobil pikap di bagian depan, makanya mengalami ringsek di bagian depan,” ungkapnya.
Sementara itu, sopir pikap L300, Arba’ie mengaku tidak mengetahui keberadaan ambulans.
Sebab, jalur barat di simpang empat Mojopanggung tersebut tertutup tembok rumah warga.
”Saya tidak mengetahui jika ada ambulans dari arah selatan, hanya mendengar suara sirene saja. Sedangkan kendaraan saya sudah berada di tengah jalan karena lampu warna hijau,” akunya. (rio/sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries