RADARBANYUWANGI.ID - Kepergian Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.33 WIB di kediamannya mengakhiri perjalanan hidup seorang musisi yang tidak hanya meninggalkan karya, tetapi juga inspirasi tentang ketangguhan menghadapi cobaan.
Pria bernama lengkap Oxavia Aldiano bin Harry Aprianto ini lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990 dan menghabiskan masa pendidikannya di lingkungan Yayasan Al-Azhar Jakarta, dari SDI Al-Azhar 4 Kebayoran Lama hingga SMAI Al-Azhar 1 Kebayoran Baru.
Perjalanan akademisnya berlanjut ke jurusan Teknik Elektro di Universitas Pelita Harapan, sebelum akhirnya berpindah ke jurusan Manajemen dan lulus dengan IPK 3,62.
Namun panggilan musik terbukti lebih kuat dari bidang teknik mana pun.
Pada 2008, Vidi merilis album debut Pelangi di Malam Hari yang langsung melambungkan namanya lewat lagu Nuansa Bening dan Status Palsu.
Ia kemudian merilis Lelaki Pilihan (2009), Yang Kedua (2011), sebelum mencapai puncak kariernya dengan album Persona (2016), yang meraih status Triple Platinum dengan penjualan lebih dari 250.000 keping.
Album tersebut digarap bersama tim Laleilmanino dengan proses mastering di Abbey Road Studios, London.
Ujian terberat datang pada 2019 ketika Vidi didiagnosis mengidap kanker ginjal.
Alih-alih bungkam, ia memilih terbuka kepada publik tentang perjuangannya.
Semangat itu terwujud dalam album Senandika (2022), yang memuat lagu Bertahan Lewati Senja tentang perjuangan melawan penyakitnya, serta Dara sebagai ungkapan cinta kepada sang istri, aktris Sheila Dara Aisha yang dinikahinya pada 2022.
Selain bermusik, Vidi aktif sebagai pembawa acara televisi dan terlibat dalam berbagai proyek hiburan.
Editor : Lugas Rumpakaadi