RADARBANYUWANGI.ID - Kepergian Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3/2026) meninggalkan duka mendalam bagi industri musik Indonesia.
Penyanyi dan penulis lagu yang lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990 ini telah mengukir perjalanan karier yang panjang dan penuh makna sejak pertama kali memperkenalkan dirinya kepada publik pada penghujung 2000-an.
Vidi memulai langkahnya di industri hiburan dengan merilis album debut bertajuk Pelangi di Malam Hari pada 2008, yang langsung memperkenalkan karakter vokalnya yang khas melalui sejumlah lagu pop romantis.
Di tahun yang sama, ia membawakan ulang lagu Nuansa Bening karya musisi senior Keenan Nasution.
Lewat lagu itulah, Vidi kemudian mulai dikenal dan menjadi salah satu karya paling ikonik dalam perjalanan hidupnya.
Nama Vidi terus bersinar seiring bergulirnya waktu.
Album Yang Kedua (2011), Persona (2016), dan Senandika (2018) memperkaya diskografinya dengan lagu-lagu populer seperti Status Palsu (2009), Cinta Jangan Kau Pergi (2011), dan Tak Sejalan (2019).
Kontribusinya diakui industri musik dengan penghargaan Artis Solo Pria Pop Terbaik di Anugerah Musik Indonesia 2009 dan Male Singer of the Year di Indonesian Choice Awards 2015.
Pada 2019, ia menggelar konser tunggal bertajuk Vidi Aldiano 3 Decades of Love, Life & Music untuk merayakan perjalanan hidup dan kariernya menjelang usia 30 tahun, momen yang kini terasa bermakna.
Di tahun yang sama, Vidi didiagnosis mengidap kanker ginjal dan sejak itu menjalani berbagai perawatan medis dengan keterbukaan yang mengundang simpati publik luas.
Di luar musik, Vidi aktif sebagai pembawa acara televisi, juri ajang pencarian bakat, serta mengembangkan usaha di bidang kreatif dan digital.
Ia menikah dengan aktris Sheila Dara Aisha pada 2022.
Editor : Lugas Rumpakaadi