RADARBANYUWANGI.ID - Game RPG aksi legendaris, NieR: Automata, resmi mengumumkan kelanjutan sekuelnya menjelang perayaan usia ke-9 sejak perilisan perdananya pada 23 Februari 2017. Dikembangkan oleh PlatinumGames dan dipublikasikan oleh Square Enix, gim ini sebelumnya telah mencatatkan pencapaian luar biasa dengan total penjualan menembus 10 juta kopi di seluruh dunia.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui kanal YouTube resmi Square Enix dalam sebuah video berdurasi 5 menit 54 detik. Video itu menampilkan kilas balik perjalanan panjang NieR: Automata, mulai dari konser orkestra resmi, berbagai kolaborasi dengan judul gim lain, hingga adaptasi anime yang semakin memperluas popularitas waralaba ini.
Pada bagian akhir video, muncul tulisan “NieR: Automata to be continued…” yang menjadi penanda kuat bahwa sekuel terbaru tengah dipersiapkan. Meski belum disertai detail tanggal rilis atau judul resmi, pernyataan tersebut cukup untuk membangkitkan antusiasme komunitas global.
Sejak pertama kali dirilis, NieR: Automata dikenal sebagai salah satu game RPG aksi terbaik di generasinya. Gim ini menuai pujian luas berkat kualitas musik yang emosional, alur cerita mendalam, serta pendekatan naratif yang filosofis dan kompleks. Kombinasi gameplay cepat khas PlatinumGames dengan sentuhan cerita khas kreator seri ini menjadikannya memiliki basis penggemar yang solid selama hampir satu dekade.
Dalam kurun sembilan tahun, NieR: Automata tidak hanya bertahan sebagai gim populer, tetapi juga berkembang menjadi fenomena budaya pop melalui konser musik orkestra dan adaptasi anime. Pengumuman sekuel ini pun menjadi momen yang telah lama dinantikan para penggemar setianya.
Hingga kini, Square Enix dan PlatinumGames belum membagikan detail lebih lanjut mengenai konsep, karakter, maupun jadwal perilisan sekuel tersebut. Namun, konfirmasi kelanjutan ini menjadi sinyal kuat bahwa waralaba NieR masih memiliki masa depan yang panjang di industri game global.
Artikel ini ditulis oleh Akbar Maulana Ilman, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang.
Editor : Lugas Rumpakaadi