Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pesan Terakhir Apoy Wali Band Usai Ayah Meninggal, Bikin Banyak Orang Tersentuh

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 6 Februari 2026 | 11:15 WIB

Apoy Wali Band berduka atas wafatnya sang ayah, H Aceng Madari.
Apoy Wali Band berduka atas wafatnya sang ayah, H Aceng Madari.

RADARBANYUWANGI.ID - Musisi sekaligus gitaris Wali Band, Apoy, tengah diliputi duka mendalam atas wafatnya sang ayah tercinta, H Aceng Madari bin Ibrahim, pada Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi para penggemar yang turut bersimpati.

Dalam tayangan Halo Selebriti yang dibagikan ulang melalui kanal YouTube SCTV, Apoy, yang memiliki nama asli Aan Kurnia, mengungkap bahwa kondisi kesehatan ayahnya memang menurun dalam beberapa waktu terakhir sebelum berpulang.

Meski demikian, ia memilih tidak merinci secara detail penyakit yang diderita almarhum.

“Memang sudah hampir satu minggu lebih, dua minggulah, kondisi ayah kami agak drop. Turun terus kondisi tubuhnya,” ujar Apoy dengan nada tenang namun penuh duka.

Akibat kondisi yang terus melemah, pihak keluarga sempat membawa H Aceng Madari ke rumah sakit pada Selasa malam.

Namun, setelah menjalani perawatan medis dan mempertimbangkan usia serta perkembangan kesehatan yang tidak menunjukkan tanda-tanda membaik, keluarga akhirnya mengambil keputusan untuk memulangkan almarhum ke rumah.

“Selasa malam kita masukkan ke rumah sakit. Karena usia juga, tidak ada perkembangan, meskipun sudah dibantu alat-alat dan obat-obatan,” ungkap Apoy.

Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya diserahkan dokter kepada pihak keluarga.

“Kemudian semalam kami sepakat keluarga untuk kembali lagi ke rumah, membawanya pulang,” lanjutnya.

Tak lama setelah itu, takdir berkata lain. Apoy menyampaikan bahwa ayahandanya mengembuskan napas terakhir keesokan paginya.

“Qadarullah Allah Maha Baik, dan ini yang terbaik. Tadi pagi jam 09.00 ayahanda kami mengembuskan napas terakhir,” tuturnya.

Di tengah suasana duka, Apoy menyampaikan pesan reflektif kepada masyarakat luas, khususnya mereka yang masih memiliki orang tua lengkap.

Ia mengajak publik untuk memaksimalkan bakti dan pelayanan kepada orang tua selagi masih diberi kesempatan.

“Buat siapa pun yang masih memiliki orang tua komplet, lakukan yang terbaik. Layani mereka sebisa mungkin,” pesannya.

Menurut Apoy, kehilangan orang tua menyisakan penyesalan yang tak bisa ditebus.

“Kalau sudah tidak ada, rasanya mau cari ke mana pun untuk memberikan yang terbaik, sudah tidak mungkin,” tambahnya.

Sejak di rumah duka hingga prosesi pemakaman, Apoy tampak berusaha tegar meski beberapa kali tak kuasa menahan air mata.

Ia terlihat menghapus tangisnya, sementara keluarga serta para pelayat berupaya menguatkannya.

Sebagai bentuk bakti terakhir, Apoy ikut memanggul keranda hingga menurunkan jenazah sang ayah ke liang lahad.

Momen paling mengharukan terjadi ketika ia menyuarakan kalimat kebesaran Tuhan di pemakaman ayahnya, suara yang terdengar bergetar menahan kesedihan.

Dahulu sang ayah mengumandangkan azan di telinga Apoy saat ia dilahirkan ke dunia.

Kini, Apoy berdiri sebagai anak yang mengantarkan ayahnya kembali ke hadirat Sang Pencipta.

Kesedihan Apoy juga tertuang dalam unggahan Instagram Stories yang sarat makna dan emosi.

Ia menuliskan pesan perpisahan yang menggambarkan kedekatan batin dengan sang ayah.

“Mungkin memang ibu yang mengandung selama sembilan bulan, tapi suaramu lah yang pertama kudengar di dunia. Mungkin memang surga ada di bawah telapak kaki ibu, tapi dari setiap kerja keras dan keringatmu adalah bukti cinta kepadaku, Bapak,” tulisnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#h aceng madari #apoy #wali