Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Siapa Ha Yerin? Aktris Korea yang Mengguncang Bridgerton Musim 4

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 6 Februari 2026 | 08:15 WIB

Ha Yerin mencetak sejarah sebagai aktris Korea pertama pemeran utama Bridgerton.
Ha Yerin mencetak sejarah sebagai aktris Korea pertama pemeran utama Bridgerton.

RADARBANYUWANGI.ID - Nama Ha Yerin resmi mencatatkan diri dalam sejarah industri hiburan dunia.

Aktris Korea berusia 28 tahun ini menjadi aktris Korea pertama yang dipercaya sebagai pemeran utama dalam serial populer Netflix, Bridgerton.

Musim keempat yang tayang perdana pada 29 Januari 2026 langsung menarik perhatian publik internasional dan menempatkan Yerin sebagai sorotan utama.

Dalam Bridgerton Musim 4, Ha Yerin memerankan Sophie Baek, sosok perempuan cerdas dengan latar belakang sederhana yang terjebak dalam kisah cinta penuh konflik dengan Benedict Bridgerton.

Hubungan keduanya diuji oleh batasan kelas sosial, sebuah tema klasik yang dikemas dengan pendekatan modern khas Bridgerton.

Menariknya, perjalanan Yerin menuju peran besar ini berawal dari ketidaksengajaan.

Ia mengaku tidak menyangka akan terpilih sebagai pemeran utama.

Saat mengirimkan video audisi, Yerin bahkan mengira dirinya hanya melamar untuk peran figuran.

Namun, kemampuan akting dan pesonanya justru membuat tim produksi melihat potensi besar dalam dirinya.

Ha Yerin memiliki latar belakang keluarga seni yang kuat.

Ia merupakan cucu dari aktris legendaris Korea Son Sook serta mendiang aktor senior Kim Seong Ok.

Meski demikian, Yerin tidak tumbuh sepenuhnya di Korea.

Ia besar di Sydney, Australia, sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Korea Selatan pada usia 15 tahun untuk menempuh pendidikan seni peran.

Keseriusannya dalam dunia akting terlihat dari pilihan pendidikannya.

Setelah menyelesaikan pendidikan awal di Korea, Yerin melanjutkan studi ke National Institute of Dramatic Art (NIDA) di Australia, salah satu sekolah akting paling bergengsi di dunia.

Dari sanalah karier profesionalnya mulai terbentuk, hingga akhirnya membuka jalan ke industri Hollywood.

Kehadiran Ha Yerin di Bridgerton menjadi momen penting bagi representasi Asia di industri hiburan Barat.

Meski serial ini dikenal inklusif dalam pemilihan pemain, peran utama romantis yang kompleks dan sentral masih jarang diberikan kepada aktris Asia.

Yerin menyebut kesempatan ini sebagai langkah besar, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi aktor dan aktris Asia lainnya.

Dalam berbagai wawancara, Yerin mengungkap bahwa kecintaannya pada dunia drama tumbuh sejak kecil.

Ia terinspirasi oleh drama Korea klasik seperti Secret Garden, yang membentuk imajinasinya tentang kisah cinta penuh fantasi.

Pengalaman tersebut terasa nyata saat ia menjalani proses syuting Bridgerton.

Yerin menggambarkan syuting Bridgerton sebagai pengalaman bak mimpi.

Adegan pesta topeng, yang menjadi salah satu momen ikonik musim keempat, ia sebut sebagai pengalaman “menjadi Cinderella”.

Nuansa kostum, set megah, dan atmosfer cerita membuatnya merasa seolah membawa fantasi masa kecil langsung ke dunia nyata di depan kamera.

Meski kini menikmati popularitas global, Ha Yerin menyadari tantangan besar yang menyertainya.

Kesuksesan musim-musim sebelumnya membuat ekspektasi penggemar sangat tinggi.

Tekanan untuk memenuhi harapan tersebut menjadi ujian tersendiri, terutama bagi seorang pendatang baru di jajaran pemeran utama Bridgerton.

Namun, Yerin menghadapi tantangan itu dengan percaya diri.

Latar belakang pendidikan formal, pengalaman lintas budaya, serta disiplin akting yang kuat menjadi modal utamanya.

Perjalanan hidup yang membentang antara Korea dan Australia memberinya perspektif unik dalam menghidupkan karakter Sophie Baek secara autentik dan meyakinkan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#ha yerin #korea #Bridgerton #netflix