Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bukan Lagi Pahlawan, Ini Alasan Superman Berubah Kejam di Injustice

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Selasa, 3 Februari 2026 | 13:58 WIB
Superman jadi antagonis di game Injustice.
Superman jadi antagonis di game Injustice.

RADARBANYUWANGI.ID - Superman merupakan karakter fiksi ikonik yang berasal dari komik Amerika terbitan DC Comics.

Tokoh ini dikenal luas sebagai pahlawan super favorit banyak orang sejak masa kanak-kanak.

Bahkan hingga dewasa, tidak sedikit penggemar yang tetap mengagumi Superman karena karakteristiknya yang noble atau menjunjung tinggi nilai moral dan keadilan.

Namun, citra tersebut mengalami perubahan drastis dalam sebuah game fighting berjudul Injustice.

Dalam game ini, Superman justru digambarkan sebagai antagonis utama.

Injustice merupakan game bergenre fighting yang dikembangkan oleh NetherRealm Studios dan pertama kali dirilis pada tahun 2013, kemudian dilanjutkan dengan sekuelnya Injustice 2 pada tahun 2017.

Berdasarkan informasi dari Wikipedia, game fighting adalah genre permainan yang berfokus pada pertarungan antar karakter dengan mekanisme seperti menyerang, menangkis, bergulat, serta melakukan serangan balik.

Seluruh mekanisme tersebut biasanya dirangkai menjadi rangkaian serangan atau kombo, yang menjadi ciri khas utama genre ini.

Dalam Injustice, pemain dapat memilih berbagai karakter pahlawan maupun penjahat dari semesta DC Comics.

Pemain juga diberi kebebasan untuk menentukan kubu yang akan dibela dalam setiap pertarungan, terutama saat memainkan mode cerita.

Setiap pilihan akan memengaruhi jalannya konflik dan pertarungan antar karakter.

Melalui laman resminya, pengembang menyebutkan bahwa Injustice menghadirkan pertarungan epik di mana batas antara kebaikan dan kejahatan menjadi semakin kabur.

Game ini menampilkan beragam karakter populer DC Comics, seperti Batman, Superman, Green Arrow, The Joker, Green Lantern, Cyborg, The Flash, Harley Quinn, Nightwing, Solomon Grundy, Wonder Woman, hingga Lex Luthor.

Meskipun alur cerita tidak dijelaskan secara rinci di situs resminya, pengalaman para pemain menunjukkan bahwa Injustice mengisahkan konflik besar antara tim Batman dan tim Superman.

Superman digambarkan berubah menjadi sosok yang kejam setelah mengalami trauma besar akibat ulah Joker.

Peristiwa tersebut membuat Superman menggunakan kekuatannya secara sewenang-wenang, sehingga Batman dan sekutunya berusaha menghentikan dominasi tersebut demi menjaga keseimbangan dunia.

Game Injustice tersedia di berbagai platform populer, antara lain PC, PlayStation 4, PlayStation 5, serta Xbox One, sehingga dapat diakses oleh pemain dari berbagai kalangan.


Artikel ini ditulis oleh Akbar Maulana Ilman, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Injustice