RADARBANYUWANGI.ID - Setelah penantian panjang, Bandai Namco Studios akhirnya resmi merilis game soulslike Code Vein II pada Jumat, 30 Januari 2026.
Game ini pertama kali diumumkan pada Juni 2025 dalam ajang Summer Game Festival, dan kini telah tersedia untuk dimainkan di berbagai platform.
Code Vein II merupakan seri kedua dari Code Vein (2019).
Meski menggunakan penomoran lanjutan, Bandai Namco menegaskan bahwa game ini dapat dimainkan sebagai standalone.
Artinya, pemain baru tetap dapat menikmati alur cerita tanpa harus memainkan seri sebelumnya, meskipun terdapat keterkaitan tema dan dunia yang menjadikannya sekuel tidak langsung.
Cerita Dunia yang Dikuasai Horrors
Berdasarkan informasi dari laman resmi Code Vein II, game ini mengisahkan dunia yang telah hancur akibat kehadiran makhluk bernama Horrors.
Makhluk ini dulunya adalah manusia yang berubah menjadi monster tak berakal karena pengaruh Luna Rapacis.
Kota-kota yang pernah berdiri megah kini runtuh dan ditelan kekacauan, menyisakan para penyintas serta Horrors yang berkeliaran.
Pemain akan menjelajahi dunia luas bernama MagMell, ditemani oleh partner karakter utama, dengan tujuan mengungkap rahasia besar sekaligus mencegah kehancuran umat manusia.
Platform dan Harga Resmi Code Vein II
Code Vein II telah dirilis untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S dengan rincian harga sebagai berikut:
Versi PC (Steam):
- Standard Edition: Rp 699.000
- Deluxe Edition: Rp 899.000
- Ultimate Edition: Rp 999.000
Versi PlayStation 5 & Xbox Series X/S:
- Standard Edition: Rp 1.174.803 (USD 69.99)
- Deluxe Edition: Rp 1.510.509 (USD 89.99)
- Ultimate Edition: Rp 1.678.362 (USD 99.99)
Fitur Baru dan Sistem Pertarungan Lebih Fleksibel
Code Vein II menghadirkan berbagai pembaruan signifikan, mulai dari sistem pertarungan yang lebih dinamis hingga kebebasan kustomisasi senjata dan skill sesuai gaya bermain masing-masing pemain.
Menariknya, Bandai Namco juga memberikan akses gratis untuk fitur kustomisasi karakter sebelum permainan dimulai, sehingga pemain dapat langsung menyesuaikan tampilan karakter sesuai preferensi pribadi.
Artikel ini ditulis oleh Akbar Maulana Ilman, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang.
Editor : Lugas Rumpakaadi