RADARBANYUWANGI.ID - Pengembang gim Sabotage Studio secara resmi mengumumkan bahwa gim Sea of Stars akan dirilis ke platform mobile Android dan iOS. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi mereka, @seaofstarsgame, pada 15 Januari lalu.
Sebelumnya, Sea of Stars hanya tersedia di beberapa platform, yakni Nintendo Switch, PlayStation, Xbox, dan PC. Kehadiran versi mobile ini memperluas akses pemain untuk menikmati gim tersebut melalui perangkat genggam.
Sea of Stars merupakan gim role-playing game (RPG) bergaya pixel art dengan sistem pertarungan turn-based atau serang bergantian. Berdasarkan laman resminya, gim ini menonjolkan narasi cerita yang kuat, eksplorasi dunia yang luas, serta nuansa nostalgia melalui visual pixel klasik yang modern.
Selain pengalaman bermain solo, Sea of Stars juga menghadirkan fitur multiplayer co-op yang memungkinkan hingga tiga pemain bermain bersama. Dalam mode ini, pemain dapat berpetualang bersama teman, menghadapi berbagai monster unik, serta menikmati beragam mini-game seperti memancing dan berkebun.
Melalui pernyataan resminya di Twitter, Sabotage Studio mengonfirmasi bahwa Sea of Stars versi mobile akan dirilis pada 7 April 2026. Menariknya, pengembang menjanjikan model distribusi yang ramah pengguna dengan konsep harga terjangkau, tanpa iklan, dan tanpa transaksi mikro (microtransactions)
Model ini berarti pemain dapat menikmati gim secara penuh tanpa gangguan iklan maupun pembelian item tambahan di dalam permainan.
Sebagai bentuk promosi awal, Sabotage Studio juga menawarkan diskon 10% untuk pemesanan awal (pre-order). Pengguna Android dan iOS sudah dapat melakukan pra-registrasi melalui Google Play Store maupun Apple App Store masing-masing.
Dengan kehadirannya di platform mobile, Sea of Stars diprediksi akan menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya penggemar RPG klasik yang menginginkan pengalaman bermain premium di perangkat seluler.
Artikel ini ditulis oleh Akbar Maulana Ilman, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang.
Editor : Lugas Rumpakaadi