RADARBANYUWANGI.ID - Developer game lokal Indonesia, Berangin Creative, resmi merilis game terbaru mereka berjudul Kejora pada 15 Januari 2026. Pengumuman perilisan ini disampaikan melalui akun Instagram resmi mereka, @berangin_creative. Kehadiran Kejora menjadi salah satu bukti perkembangan industri game Indonesia yang semakin matang dan kompetitif.
Berdasarkan keterangan resmi Berangin Creative, Kejora mengangkat kisah seorang gadis bernama Kejora yang hidup di sebuah desa yang tampak damai. Namun, ketenangan tersebut berubah ketika Kejora mengetahui sebuah rahasia mengerikan yang membuatnya diburu oleh makhluk misterius. Dalam perjalanannya, Kejora ditemani oleh teman-temannya yang berperan penting dalam membantu menghadapi rintangan serta mengungkap kebenaran di balik kehidupan desa mereka.
Platform dan Harga Game Kejora
Game Kejora telah tersedia di berbagai platform gaming populer, antara lain:
- Steam
- Epic Games Store (segera hadir)
- PlayStation 4 dan PlayStation 5
- Nintendo Switch
- Xbox Series X/S
Bagi pengguna Steam, Berangin Creative menyediakan versi demo gratis yang dapat dicoba sebelum membeli. Harga normal game Kejora di Steam adalah Rp152.999, namun saat ini sedang mendapatkan diskon 20% hingga 29 Januari, sehingga harga menjadi Rp122.399.
Berikut daftar harga Kejora di platform lain per artikel ini dibuat:
- Epic Games Store – Segera Hadir
- PlayStation 4/5 – Rp279.000
- Nintendo Switch – Rp335.381 (USD 19.99)
- Xbox Series X/S – Rp265.000
Spesifikasi PC untuk Memainkan Kejora
Berdasarkan informasi resmi dari halaman Steam, berikut adalah spesifikasi minimum PC yang dibutuhkan untuk memainkan game Kejora:
- Sistem Operasi: Windows 7
- Prosesor: Intel Core i5 2557M
- RAM: 4 GB
- Kartu Grafis: NVIDIA GeForce GT440 atau AMD HD5570
- DirectX: Versi 11
- Penyimpanan: 2 GB ruang kosong
Dukung Developer Game Lokal Indonesia
Berangin Creative mengajak para pemain untuk mendukung industri game nasional dengan membeli Kejora melalui platform resmi dan legal. Dukungan ini sangat penting untuk mendorong developer lokal agar terus menghasilkan karya berkualitas dan mampu bersaing di pasar global.
Artikel ini ditulis oleh Akbar Maulana Ilman, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang.
Editor : Lugas Rumpakaadi