RADARBANYUWANGI.ID - Penyanyi cilik berbakat Farel Prayoga akhirnya angkat bicara mengenai konflik keluarga yang belakangan kembali mencuat ke publik.
Dalam pernyataannya, Farel mengaku kecewa terhadap sikap sang ayah, Joko, yang dinilai kerap menyerang manajernya, Muhammad Rais, terkait persoalan keuangan.
Farel Prayoga menegaskan bahwa selama ini dirinya telah berupaya bertanggung jawab membantu keluarga melalui sebagian penghasilannya.
Namun, ia mengaku tidak lagi mampu memenuhi permintaan finansial seperti saat dirinya masih berada di puncak popularitas.
Sebagai bentuk kedewasaan, Farel Prayoga memilih untuk menetapkan batasan yang jelas demi menjaga masa depan dan kariernya.
Ia berharap keputusan ini dapat dipahami oleh orang tuanya tanpa memperpanjang konflik.
Tinggal Terpisah Demi Kenyamanan dan Pendidikan
Saat ini, Farel Prayoga diketahui tinggal terpisah dari orang tuanya dan berada di bawah pengawasan langsung manajernya di Jakarta.
Ia mengaku merasa jauh lebih nyaman karena seluruh haknya terpenuhi, mulai dari pendidikan, kebutuhan sehari-hari, hingga lingkungan yang mendukung perkembangan dirinya.
Menurut Farel, tinggal di Jakarta memberinya kesempatan untuk mengoptimalkan karier di dunia musik tanpa harus terganggu oleh konflik internal keluarga.
Ia menilai pengelolaan manajemennya berjalan secara profesional dan transparan.
Peran Manajer dalam Kehidupan Farel Prayoga
Farel Prayoga menjelaskan bahwa peran manajernya tidak hanya sebatas mengatur kontrak dan jadwal pekerjaan.
Muhammad Rais juga memastikan kebutuhan pribadi Farel terpenuhi, termasuk pembayaran uang sekolah, uang jajan, serta fasilitas penunjang lainnya.
Kondisi tersebut membuat Farel merasa lebih terjaga dan terlindungi, terutama dalam aspek pendidikan yang menjadi prioritas utamanya menjelang masuk jenjang SMA.
Merasa Malu, tetapi Tetap Ingin Mandiri
Di tengah konflik yang mencuat ke publik, Farel Prayoga mengaku merasa malu kepada guru dan teman-temannya.
Meski demikian, ia menyadari bahwa dirinya kini mulai beranjak dewasa dan harus memiliki pendirian sendiri dalam menata masa depan.
Ia menegaskan bahwa keputusannya untuk berbicara ke publik semata-mata bertujuan meluruskan permasalahan agar tidak berkembang lebih luas dan menimbulkan kesalahpahaman.
Kecewa terhadap Sikap Ayah
Secara terbuka, Farel Prayoga mengungkapkan rasa kecewanya terhadap sikap sang ayah yang dinilai sering mempermasalahkan hal-hal kecil, terutama terkait pengiriman uang.
Menurutnya, kondisi tersebut kerap mengganggu kebahagiaan dan fokusnya dalam berkarier.
Farel berharap konflik yang disebutnya sebagai masalah kecil ini tidak terus dibesar-besarkan.
Ia ingin menjalani kehidupan yang lebih tenang dan bahagia sambil meniti karier secara profesional.
Doa untuk Orang Tua dan Harapan ke Depan
Di akhir pernyataannya, Farel Prayoga tetap menunjukkan sikap hormat kepada orang tuanya.
Ia mendoakan agar mereka selalu sehat dan mampu hidup mandiri.
Farel menegaskan bahwa terlalu larut dalam konflik keluarga dapat mengganggu karier dan masa depannya.
Oleh karena itu, ia berharap semua pihak dapat saling memahami, saling menghormati, dan menghentikan polemik yang berlarut-larut.
Editor : Lugas Rumpakaadi