Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kronologi Lengkap Kasus Nessie Judge dan NCT Dream, Dikecam Publik Jepang

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 7 November 2025 | 15:34 WIB
Konten Halloween Nessie Judge bersama NCT Dream menuai kecaman.
Konten Halloween Nessie Judge bersama NCT Dream menuai kecaman.

RADARBANYUWANGI.ID - YouTuber Indonesia Nessie Judge tengah menjadi sorotan publik internasional usai video kolaborasinya dengan grup K-Pop NCT Dream menuai kritik luas.

Dalam video bertema Halloween yang diunggah awal November 2025, terlihat foto Junko Furuta, korban pembunuhan sadis di Jepang pada 1980-an, digunakan sebagai bagian dari dekorasi ruangan.

Foto tersebut menampilkan wajah Junko Furuta dengan mata tertutup garis hitam.

Banyak warganet, khususnya dari Jepang, menilai tindakan itu sebagai bentuk ketidaksensitifan terhadap korban kekerasan dan keluarga yang ditinggalkan.

Junko Furuta dikenal sebagai korban dari salah satu kasus kriminal paling mengerikan dalam sejarah Jepang modern.

Tak lama setelah video itu dirilis, nama “Junko Furuta” menjadi trending topic di platform X, baik di Indonesia maupun Jepang.

Banyak pengguna media sosial menyebut bahwa penggunaan foto mendiang dalam konteks hiburan bertema horor adalah tindakan tidak pantas.

Seorang netizen Jepang menulis, “Banyak orang Jepang tidak akan memaafkan tindakan ini. Menampilkan wajah korban sebagai dekorasi sama saja melecehkan martabatnya.”

Kemarahan publik juga merebak di forum daring Korea Selatan The Qoo, di mana unggahan berjudul “YouTuber yang menggantung foto korban pembunuhan di ruangan yang sama dengan idol K-pop” menjadi viral.

Pengguna forum menilai tindakan Nessie Judge menunjukkan kurangnya empati dan tanggung jawab sebagai kreator konten global.

Menanggapi gelombang kritik, Nessie Judge segera menghapus video tersebut dan menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui media sosial.

“Apa yang kami pikir sebagai bentuk penghormatan ternyata benar dikoreksi sebagai tindakan yang tidak sopan dan tidak sensitif. Kami sangat menyesal atas kurangnya penilaian kami,” tulis Nessie di akun resminya.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan tim produksi untuk merenungkan kesalahan yang terjadi serta berkomitmen memperbaiki proses kreatif ke depannya.

Nessie turut menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban, publik Jepang, dan seluruh penonton yang tersinggung oleh tindakan tersebut.

Kasus ini menunjukkan bagaimana satu kesalahan kecil dalam konten digital dapat memicu dampak besar secara internasional, terlebih ketika melibatkan figur publik lintas negara seperti NCT Dream.

Banyak pihak menilai insiden ini sebagai pelajaran penting bagi kreator konten agar lebih berhati-hati menggunakan elemen visual yang berpotensi menyinggung trauma publik.

Sejumlah komentar juga menyoroti tanggung jawab moral para kreator terhadap korban nyata, terutama saat mengangkat tema kriminalitas dan kekerasan dalam format hiburan.

Nessie Judge merupakan salah satu YouTuber populer Indonesia yang dikenal dengan konten bertema misteri, kriminalitas, dan teori konspirasi melalui seri #Nerror.

Kanal YouTube-nya dibuat sejak 2012 dan kini telah memiliki lebih dari 11,5 juta subscriber dengan total penayangan lebih dari 2,3 miliar kali.

Berdasarkan data Social Blade, pendapatan Nessie dari YouTube diperkirakan mencapai Rp 96 juta hingga Rp 1,5 miliar per bulan, meski angka pasti tidak bisa dikonfirmasi.

Sebelum kasus ini, Nessie juga pernah menghadapi beberapa kontroversi lain, seperti komentar soal pelafalan “QRIS”, pendapat mengenai film KKN di Desa Penari, serta pernyataannya tentang suporter sepak bola Indonesia.

Meski demikian, ia dikenal sebagai salah satu kreator konten dengan pengaruh besar di Asia Tenggara.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#nct dream #junko furuta #nessie judge