RADARBANYUWANGI.ID - Dalam budaya Jawa, waktu hidup seseorang diyakini dipengaruhi oleh weton kelahirannya. Ada yang lebih produktif di pagi hari, ada juga yang justru energinya baru muncul setelah matahari terbenam.
Menariknya, primbon Jawa menyebut ada beberapa weton yang dikenal susah bangun pagi. Mereka bukan tipe yang langsung sigap di waktu Subuh, melainkan lebih nyaman bekerja atau beraktivitas saat malam hari. Bagi mereka, malam justru menjadi momen penuh inspirasi sekaligus keberuntungan.
Berikut lima weton yang katanya paling susah bangun pagi, tapi malah hoki besar di malam hari.
1. Selasa Kliwon
Selasa Kliwon dikenal keras kepala dan punya energi besar di malam hari. Mereka sering susah tidur lebih awal, karena otaknya justru aktif ketika orang lain sudah terlelap.
Bagi Selasa Kliwon, pagi terasa berat. Mereka sering telat bangun, sehingga pekerjaan lebih banyak diselesaikan sore hingga malam. Tapi uniknya, justru di jam-jam malam inilah ide cemerlang mereka muncul.
Primbon Jawa menyebut, rezeki Selasa Kliwon sering datang lewat aktivitas malam: bisnis kuliner malam, lembur kerja, atau usaha sampingan yang jalan di luar jam kantor.
Baca Juga: Golongan Weton Pandai Bicara dan Tebar Janji, Rata-rata Anggota DPR dan Pejabat Punya ini!
2. Jumat Wage
Jumat Wage punya sifat santai dan tidak terburu-buru. Karena itu, mereka cenderung sulit beradaptasi dengan rutinitas pagi yang padat.
Orang dengan weton ini lebih nyaman bangun agak siang, baru benar-benar produktif menjelang sore. Walau begitu, mereka punya hoki kuat di malam hari. Banyak dari mereka yang sukses dalam usaha yang berjalan selepas magrib, seperti perdagangan, hiburan, atau event.
Dalam primbon, Jumat Wage disebut punya “energi bulan” yang membuat keberuntungannya sering muncul ketika matahari sudah terbenam.
3. Rabu Pahing
Rabu Pahing punya jiwa kreatif, tapi sering kali susah bangun pagi karena pikirannya aktif hingga larut malam. Mereka suka menghabiskan waktu malam untuk berpikir, merencanakan, atau sekadar mengobrol panjang.
Meski pagi terasa berat, malam hari jadi waktu emas bagi Rabu Pahing. Banyak rezeki yang datang di jam ini, entah lewat ide bisnis, relasi baru, atau peluang kerja yang tidak terduga.
Primbon Jawa menilai, Rabu Pahing adalah tipe pekerja malam yang justru lebih produktif ketika dunia sedang tenang.
4. Kamis Pon
Kamis Pon sering dianggap “malas bangun pagi” karena ritme hidupnya berbeda dari orang lain. Mereka tidak suka rutinitas pagi yang terburu-buru, lebih memilih menata energi untuk malam.
Kelebihannya, Kamis Pon jarang lelah saat harus bekerja larut malam. Mereka punya stamina untuk begadang tanpa mudah sakit. Rezeki mereka sering datang lewat usaha yang dijalankan malam hari, seperti bisnis online, hiburan, atau proyek kreatif.
Dalam primbon Jawa, Kamis Pon disebut punya “aura malam” yang membuat langkahnya lebih hoki saat banyak orang sudah tidur.
5. Minggu Kliwon
Minggu Kliwon dikenal misterius dan sering lebih aktif di malam hari. Mereka punya sifat introspektif, sehingga banyak ide justru muncul ketika dunia terasa sunyi.
Pagi hari biasanya berat bagi Minggu Kliwon. Mereka lebih suka tidur panjang, lalu bangkit dengan semangat menjelang sore. Namun, saat malam tiba, mereka bisa sangat produktif, bahkan sanggup bekerja hingga dini hari.
Primbon Jawa percaya, Minggu Kliwon adalah tipe yang ditakdirkan kuat menghadapi gelap malam. Hoki mereka sering datang lewat pertemuan tak terduga atau pekerjaan yang muncul di luar jam normal.
Itulah lima weton yang menurut primbon Jawa disebut paling susah bangun pagi: Selasa Kliwon, Jumat Wage, Rabu Pahing, Kamis Pon, dan Minggu Kliwon. Meski begitu, mereka justru punya hoki besar di malam hari, entah dalam bentuk rezeki, ide, atau peluang baru.
Hal ini menunjukkan bahwa setiap weton punya waktunya sendiri. Kalau bukan pagi, maka malam bisa jadi ladang keberuntungan.
Editor : Agung Sedana