RADARBANYUWANGI.ID - Pernikahan ibarat kapal besar yang berlayar menembus ombak kehidupan. Kadang angin tenang, kadang badai datang tanpa diduga.
Itulah sebabnya setiap pasangan pasti menghadapi pertengkaran. Bedanya, ada rumah tangga yang cepat mereda, ada pula yang sering terbakar hanya karena hal kecil.
Dalam tradisi Jawa, konflik rumah tangga sering dikaitkan dengan weton. Primbon menyebut, ada pasangan dengan kombinasi weton tertentu yang karakternya begitu keras atau sama-sama dominan, sehingga lebih rawan ribut.
Bukan berarti mereka pasti gagal, tetapi energi dalam rumah tangga bisa lebih mudah bergesekan jika tidak ada komunikasi yang sehat.
Nah, berikut enam kombinasi weton yang menurut primbon Jawa disebut paling rawan ribut ketika dipersatukan dalam pernikahan.
1. Selasa Kliwon & Sabtu Wage
Selasa Kliwon punya karakter jujur, lugas, dan cenderung keras kepala. Mereka sering menganggap pendapatnya sendiri paling benar, meski sebenarnya niatnya tulus. Sementara itu, Sabtu Wage dikenal penuh perasaan dan mudah tersinggung. Mereka tidak suka jika kata-kata pasangannya terasa menusuk.
Ketika dua sifat ini dipertemukan, pertengkaran bisa cepat muncul. Hal kecil seperti cara berbicara, gaya mendidik anak, atau masalah keuangan bisa jadi pemicu besar. Selasa Kliwon merasa Sabtu Wage terlalu “baper”, sementara Sabtu Wage menganggap pasangannya kurang peka.
Dalam rumah tangga, pasangan ini bisa langgeng kalau ada kesadaran untuk lebih menahan ego. Selasa Kliwon perlu belajar melembutkan ucapan, dan Sabtu Wage perlu lebih sabar menanggapi. Jika tidak, hubungan mereka bisa penuh drama.
2. Jumat Pahing & Rabu Legi
Jumat Pahing digambarkan berwibawa, dominan, dan punya ambisi tinggi. Mereka senang memimpin, mengatur, bahkan kadang terlalu keras dalam mengambil keputusan. Di sisi lain, Rabu Legi adalah pribadi yang lebih pendiam, penurut, dan sering mengalah demi menjaga suasana.
Sekilas pasangan ini terlihat serasi: satu pemimpin, satu pengikut. Namun justru di situlah sumber konflik. Rabu Legi lama-lama bisa merasa tertekan karena tidak punya ruang untuk berpendapat. Sementara Jumat Pahing merasa kecewa jika pasangannya dianggap tidak bisa mengambil inisiatif.
Hubungan mereka sering rawan ribut dalam hal keuangan dan keputusan besar keluarga. Jika tidak ada ruang komunikasi dua arah, pernikahan ini bisa terasa timpang. Namun bila Jumat Pahing mau menurunkan egonya, dan Rabu Legi berani bicara, rumah tangga tetap bisa harmonis.
3. Senin Pon & Kamis Wage
Senin Pon terkenal keras, realistis, dan pekerja keras. Mereka punya semangat tinggi untuk menata masa depan, tapi kadang terlalu fokus pada hal-hal praktis. Sebaliknya, Kamis Wage dikenal penyabar, perfeksionis, dan punya standar tinggi dalam segala hal.
Ketika dua sifat ini bertemu, gesekan mudah terjadi. Kamis Wage merasa Senin Pon terlalu kaku dan kasar dalam bertindak, sementara Senin Pon merasa pasangannya terlalu menuntut. Pertengkaran sering muncul dalam urusan kecil seperti pembagian tugas rumah tangga atau gaya hidup.
Meski begitu, pasangan ini bisa bertahan kalau sama-sama belajar mengimbangi. Senin Pon harus lebih lembut, dan Kamis Wage perlu belajar menurunkan standar. Tanpa itu, hubungan mereka akan dipenuhi cekcok yang melelahkan.
4. Rabu Kliwon & Minggu Pon
Rabu Kliwon biasanya tenang, sederhana, dan cenderung pasif. Mereka tidak suka ribut dan lebih memilih diam. Namun, Minggu Pon justru sebaliknya: penuh semangat, dominan, dan punya ego yang tinggi.
Saat menikah, perbedaan ini bisa jadi bumerang. Minggu Pon merasa pasangannya terlalu pasif, kurang punya ambisi. Sementara Rabu Kliwon merasa lelah dengan sikap Minggu Pon yang sering menekan. Pertengkaran bisa muncul dari rasa tidak seimbang ini.
Hubungan mereka rawan ribut karena satu merasa terkekang, satu lagi merasa kurang dihargai. Jalan keluarnya adalah membangun komunikasi yang lebih sehat: Minggu Pon belajar menahan ego, dan Rabu Kliwon belajar lebih terbuka menyampaikan perasaan.
5. Kamis Pahing & Selasa Pon
Kamis Pahing punya sifat keras, disiplin, dan sangat serius dalam hidup. Mereka tipe orang yang tidak suka basa-basi. Selasa Pon sebaliknya, mereka sensitif, penuh perasaan, dan sering butuh perhatian lebih.
Kombinasi ini sering memunculkan konflik. Kamis Pahing menganggap Selasa Pon terlalu manja, sedangkan Selasa Pon merasa pasangannya terlalu dingin dan kaku. Pertengkaran bisa muncul karena perbedaan cara mengungkapkan cinta: satu dengan tindakan, satu lagi butuh kata-kata manis.
Jika tidak ada kesadaran, pasangan ini bisa sering bertengkar soal hal-hal kecil yang berulang. Namun jika Kamis Pahing belajar lebih ekspresif, dan Selasa Pon menurunkan rasa sensitifnya, hubungan bisa tetap langgeng.
6. Sabtu Pon & Jumat Legi
Sabtu Pon dikenal berkarakter kuat, teguh pada prinsip, dan tidak suka diatur. Sementara itu, Jumat Legi juga punya wibawa tinggi dan sering merasa lebih tahu.
Ketika dua karakter keras ini bertemu, pertengkaran bisa sangat intens. Keduanya sama-sama ingin menjadi “kepala” dalam rumah tangga. Perdebatan bisa terjadi soal siapa yang paling benar, bahkan dalam hal-hal sepele sekalipun.
Namun jika pasangan ini berhasil menurunkan ego masing-masing, mereka justru bisa jadi pasangan tangguh. Pertanyaannya hanya satu: siapa yang mau lebih banyak mengalah?
Itulah enam kombinasi weton yang menurut primbon Jawa rawan ribut jika menikah. Sifat keras, dominasi, atau sensitivitas yang terlalu tinggi bisa jadi pemicu konflik.
Meski begitu, perlu ditekankan bahwa ini hanyalah pedoman budaya. Dalam kenyataan, rumah tangga yang bahagia tetap ditentukan oleh cinta, komunikasi, dan komitmen, bukan sekadar hitungan weton.
Editor : Agung Sedana