Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Selendang Wewe dan Mitos Ilmu Tembus Pandang! Syarat Mudah Tapi Bikin Merinding

Agung Sedana • Sabtu, 6 September 2025 | 08:17 WIB
Mitos ajian menghilang tak kasat mata.
Mitos ajian menghilang tak kasat mata.

RADARBANYUWANGI.ID - Di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, masih hidup sebuah kepercayaan lama mengenai ilmu magis yang diwariskan turun-temurun.

Ilmu ini diyakini memiliki berbagai kegunaan, mulai dari perlindungan diri hingga kesaktian tertentu.

Cara memperolehnya pun tidak sembarangan, ada yang lewat laku spiritual seperti bertapa, ada pula yang dipercaya diwariskan dari leluhur.

Salah satu mitos yang cukup populer adalah tentang dedemit bernama wewe dan benda gaib miliknya: selendang atau baju wewe.

Menurut cerita, selendang ini menyimpan kekuatan supranatural yang luar biasa.

Seorang spiritualis Banyuwangi, Mbah Bibit, pernah mengungkapkan bahwa siapapun yang mengenakan selendang wewe dipercaya bisa menghilang dari pandangan manusia, bahkan mampu menembus dinding dan benda padat seolah tidak ada penghalang.

Dengan kekuatan tersebut, pemakainya seakan menjadi sosok tak kasat mata. Ia bisa memasuki rumah orang tanpa melalui pintu, cukup berjalan menembus tembok.

Namun, Mbah Bibit menegaskan bahwa selendang ini hampir mustahil diperoleh.

“Tidak bisa lewat pemujaan atau perjanjian, satu-satunya cara adalah merebutnya langsung dari si wewe itu sendiri,” ungkapnya.

Menariknya, hingga kini tidak ada seorang pun yang benar-benar berhasil melihat rupa asli wewe.

Hantu ini dikenal sangat pemalu. Setiap kali ada orang berusaha menatap wajahnya, ia akan segera memalingkan muka.

“Wewe itu seperti magnet. Kalau kita berputar mengelilinginya, dia juga ikut berputar. Kalau didekati langsung, biasanya malah lari,” jelas Mbah Bibit.

Menurut cerita, wewe kerap menampakkan diri di sekitar sungai, terutama di bawah rimbunan bambu, pohon sukun, atau pohon rau.

Waktu favoritnya adalah menjelang malam, terutama saat mendekati waktu magrib.

Beberapa orang bahkan pernah mencoba menyergapnya demi mendapatkan selendangnya.

Tetapi semua usaha itu selalu gagal, entah karena wewe menghilang lebih dulu atau orang yang mencoba justru diliputi rasa takut.

Mitos tentang selendang wewe hingga kini masih menjadi bagian dari cerita mistis Banyuwangi.

Bagi sebagian masyarakat, kisah ini adalah peringatan sekaligus pengingat akan kuatnya tradisi lisan dan keyakinan Jawa terhadap dunia gaib.

Editor : Agung Sedana
#wewe gombel #banyuwangi