RADARBANYUWANGI.ID - Dalam tradisi masyarakat Jawa, perhitungan hari baik dan buruk menjadi bagian penting dalam menentukan waktu pelaksanaan hajatan besar, terutama pernikahan.
Kalender Jawa tidak hanya memuat tanggal Masehi, tetapi juga sistem penanggalan berdasarkan hari pasaran (Pahing, Pon, Wage, Kliwon, Legi) dan neptu hari, yang dipercaya memiliki pengaruh besar terhadap keberkahan atau musibah dalam rumah tangga.
Di bulan Agustus 2025, banyak keluarga Jawa akan mencari tanggal-tanggal yang dianggap baik (dino becik) dan menghindari tanggal-tanggal yang diyakini bisa membawa sial, atau disebut hari tabu menikah (dino olo).
Hari-hari ini bisa ditentukan dari berbagai pertimbangan seperti bentrok weton, hari naas berdasarkan kelahiran calon pengantin, hingga perhitungan bulan kejawen yang tidak cocok untuk hajatan.
Tanggal Tabu Menikah di Bulan Agustus 2025 (umum)
Berdasarkan perhitungan kalender Jawa dan tradisi turun-temurun, berikut ini adalah tanggal-tanggal yang sebaiknya dihindari untuk melangsungkan pernikahan pada bulan Agustus 2025:
1. Sabtu Kliwon, 16 Agustus 2025
Dikenal sebagai hari yang membawa energi berat. Sabtu Kliwon dipercaya mengundang banyak cobaan dalam pernikahan awal.
2. Rabu Wage, 20 Agustus 2025
Hari ini memiliki neptu ganjil yang bertabrakan dengan aura negatif. Dianggap "dino petang" bagi pasangan yang lahir di pasaran Wage.
3. Senin Kliwon, 11 Agustus 2025
Meski tampak bagus di tanggal Masehi, perhitungan Jawa menyebutkan Kliwon bentrok dengan weton kelahiran yang umum, seperti Legi.
4. Senin Wage, 25 Agustus 2025
Hari ini disebut “dino sengkolo”, di mana menikah bisa memicu percekcokan dalam rumah tangga di awal tahun pernikahan.
5. Jumat Legi, 29 Agustus 2025
Pasaran Legi kadang dianggap terlalu "manis" jika bertemu Kamis, sehingga relasi bisa terlihat baik. Namun berbeda jika bertemu Jumat, ini bisa menyimpan konflik dalam.
6. Minggu Kliwon, 31 Agustus 2025
Hari ini dalam kalender Jawa dianggap “red flag” jika salah satu mempelai lahir di hari pasaran Kliwon.
Kenapa Tanggal-Tanggal Ini Dihindari?
Kepercayaan terhadap hari baik dan buruk ini masih kuat di sebagian besar daerah Jawa, khususnya pedesaan.
Biasanya, tanggal tabu ditentukan melalui perhitungan neptu, pengaruh bulan Jawa (Sura, Sapar, dll), dan kecocokan antara weton calon pengantin.
Hari buruk bukan berarti pasti membawa sial, namun dipercaya mengandung "sengkolo" atau energi tidak selaras.
Tips Menentukan Tanggal Menikah yang Baik:
- Konsultasikan dengan sesepuh atau ahli primbon di daerahmu.
- Perhatikan kecocokan weton antara mempelai pria dan wanita.
- Hindari hari pasaran kelahiran masing-masing pasangan.
- Jika memungkinkan, pilih bulan Jawa yang bersimbol baik seperti Ruwah atau Sawal.
Meskipun banyak yang masih mempercayai hari tabu menikah menurut kalender Jawa, penting juga untuk mengimbanginya dengan doa, persiapan yang matang, dan komunikasi yang baik antara kedua calon mempelai.
Hari baik bukan jaminan suksesnya pernikahan, tapi memilih waktu dengan bijak bisa memberi ketenangan batin sebagai modal awal membangun rumah tangga.
Editor : Agung Sedana