RADARBANYUWANGI.ID - Farel Prayoga, penyanyi cilik yang melejit lewat lagu ”Ojo Dibandingke” akan meninggalkan Kabupaten Banyuwangi.
Bocah yang duduk di bangku kelas IX SMPN 1 Cluring itu pindah ke Ibu Kota Jakarta. Keputusan ”hijrah” ke Jakarta untuk menunjang pendidikan dan karir musiknya.
Artis cilik kelahiran Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, itu sebenarnya sudah lama membuat keputusan pindah ke Jakarta.
”Sudah lama berencana pindah, tetapi untuk mengurus surat perpindahan sekolah harus menunggu rapor sebagai bukti hasil belajar,” kata Kepala SMPN 1 Cluring Titin Sri Wahyu Prihatin.
Saat ini, terang Titin, Farel naik ke kelas IX dan sudah mengurus surat perpindahan.
Pengajuan perpindahan juga sudah diproses. Dari keterangannya, penyanyi cilik ini akan pindah ke salah satu SMP Islam di Jakarta.
”Rapor Farel akan dibagikan pada Sabtu (21/6) besok,” katanya.
Farel juga sudah berpamitan ke teman-teman di sekolahnya saat perpisahan kelas IX pada Sabtu (14/6). ”Farel juga sudah pamitan pada semua guru dan sempat memberi saya kejutan bunga,” ujarnya.
Seperti diketahui, Farel baru saja kena musibah. Ayahnya, Joko Suyoto, kesandung kasus judi online. Untuk kepentingan penyidikan, Joko saat ini ditahan di Polresta Banyuwangi.
Farel bersama manajernya, Mohammad Rais, sempat membesuk Joko. Ketika bertemu di ruang penyidik Reskrim, Farel berpesan kepada ayahnya supaya belajar dari kesalahan.
Farel benar-benar terkejut menerima kabar ayahnya, Joko Suyoto, ditahan polisi terkait kasus judi online.
Mendengar kabar tersebut, Farel didampingi manajernya, Muhamad Rais, langsung terbang dari Jakarta ke Banyuwangi. Ketika sang ayah ditangkap polisi, Farel berada di Jakarta terkait urusan syuting film.
Pukul 10.30, Farel tiba di Bandara Banyuwangi. Tanpa menunggu waktu lama, bocah yang masih duduk di bangku SMPN 1 Srono itu langsung meluncur ke Polresta Banyuwangi didampingi Rais dan kuasa hukum ayahnya, Charisma Adilaga Sugiyanto.
Tiba di Polresta, Farel dipertemukan dengan Joko Suyoto di ruang Wakasatrekrim Iptu Didik Hariyono. Keduanya langsung berpelukan. Suasana pun berubah menjadi haru.
Joko terlihat meneteskan air mata karena merasa membuat kesalahan besar di lingkungan keluarganya.
Manajer Farel Prayoga Muhammad Rais menambahkan, secara psikologis Farel sudah terlatih dalam menghadapi cobaan hidup. Apalagi, sejak kecil Farel sudah menjadi pengamen, sehingga mentalnya sudah teruji.
"Secara psikis Farel sudah teruji. Musibah yang dialami ayahnya ditanggapi santai dan tidak sampai mengganggu aktivitasnya," ungkapnya. (cw3/abi/c1)
Editor : Ali Sodiqin